Presiden Korsel dekati Pulau Dokdo
Jum'at, 10 Agustus 2012 - 14:59 WIB
Presiden Korsel dekati Pulau Dokdo
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Myung-bak berencana mengunjungi Pulau Ulleung yang terletak dekat Pulau Dokdo.
“Kunjungan Presiden Korsel ke Pulau Ulleung merupakan kunjungan Lee yang pertama,” ujar juru bicara Lee, seperti dikutip Xinhua, Jumat (10/8/2012).
Pulau Ulleung bersebrangan dengan Pulau Dokdo yang sedang diperebutkan antara Korsel dan Jepang. Perjalanan Lee Myung-bak ke pulau yang berjarak 90 km dari Pulau Dokdo itu menuai berbagai protes dari penduduk Jepang.
Kunjungan Lee ke pulau yang jarang penghuninya ini dilakukan beberapa hari sebelum negeri gingseng ini merayakan hari kemerdekaan ke-67 dari penjajahan Jepang. Karena itu, kunjungan Lee mengundang kecaman dari Pemerintah Jepang.
Baru-baru ini, Pemerintah Jepang mengklaim sebuah wilayah baru akan masuk ke dalam wilayah teritorialnya, yaitu Pulau Dokdo. Tindakan ini menyebabkan Pemerintah Korsel geram.
Sejak tahun 1910 hingga 1945, Pemerintah Korsel telah mempertahankan kontrol atas Pulau Dokdo. Sengketa yang merebutkan Pulau Dokdo atau yang dikenal dengan nama Takeshima oleh penduduk Jepang menjadi sumber pertikaian diplomatik antara Korsel dan Jepang.
Sementara itu, warga Korsel menilai klaim Jepang atas Pulau Dokdo menjadi sebuah pertanda bahwa pemerintah Jepang tidak pernah jera.
“Kunjungan Presiden Korsel ke Pulau Ulleung merupakan kunjungan Lee yang pertama,” ujar juru bicara Lee, seperti dikutip Xinhua, Jumat (10/8/2012).
Pulau Ulleung bersebrangan dengan Pulau Dokdo yang sedang diperebutkan antara Korsel dan Jepang. Perjalanan Lee Myung-bak ke pulau yang berjarak 90 km dari Pulau Dokdo itu menuai berbagai protes dari penduduk Jepang.
Kunjungan Lee ke pulau yang jarang penghuninya ini dilakukan beberapa hari sebelum negeri gingseng ini merayakan hari kemerdekaan ke-67 dari penjajahan Jepang. Karena itu, kunjungan Lee mengundang kecaman dari Pemerintah Jepang.
Baru-baru ini, Pemerintah Jepang mengklaim sebuah wilayah baru akan masuk ke dalam wilayah teritorialnya, yaitu Pulau Dokdo. Tindakan ini menyebabkan Pemerintah Korsel geram.
Sejak tahun 1910 hingga 1945, Pemerintah Korsel telah mempertahankan kontrol atas Pulau Dokdo. Sengketa yang merebutkan Pulau Dokdo atau yang dikenal dengan nama Takeshima oleh penduduk Jepang menjadi sumber pertikaian diplomatik antara Korsel dan Jepang.
Sementara itu, warga Korsel menilai klaim Jepang atas Pulau Dokdo menjadi sebuah pertanda bahwa pemerintah Jepang tidak pernah jera.
()