Indonesia gagas pertemuan regional bahas Rohingya
Rabu, 08 Agustus 2012 - 17:59 WIB
Indonesia gagas pertemuan regional bahas Rohingya
A
A
A
Sindonews.com- Sejumlah lembaga kemanusiaan di Indonesia seperti Dompet Dhuafa, PKPU dan Rumah Zakat akan menggelar pertemuan dengan lembaga-lembaga kemanusiaan se-Asia Tenggara guna membahas krisis yang melanda minoritas Rohingya.
Forum dengan nama Southeast Asia Humanitarian Meeting on Rohingya Crisis ini akan digelar Jumat 10 Agustus mendatang di Hotel Sofyan Betawi Jakarta.
Presiden Komite, Tomy Hendrajati mengatakan, ada beberapa tujuan yang ingin dicapai dari pertemuan ini. Pertama, adanya action plan dan road map tentang bantuan kemanusiaan bagi pengungsi Rohingya.
“Semua pihak diharapkan dapat berbagi data dan menggelar aksi kerjasama yang lebih besar hingga mendapat dukungan internasional,” ungkap Tomy, Jakarta, Rabu (8/8/2012).
Selain itu, pertemuan ini juga penting untuk menyelaraskan data tentang Rohingya. Mengingat Pemerintah Myanmar masih tertutup dengan apa yang terjadi di Rakhine, Myanmar Barat.
Upaya membuka akses bantuan kemanusiaan dari Pemerintah Myanmar dan Bangladesh menjadi tujuan ketiga pertemuan ini. Sebagaimana diketahui, Bangladesh adalah negara tujuan terbesar pengungsi minoritas Rohingya.
Sementara Pemerintah Bangladesh khawatir maraknya misi kemanusiaan di sana justru akan memicu eksodus besar-besaran pengungsi Rohingya, sehingga mengusir dan menutup akses bantuan kemanusiaan di negerinya.
“Kami mendorong pemerintah di setiap negara untuk terus melakukan upaya diplomatik kepada Pemerintah Myanmar agar minoritas Rohingya mendapatkan hak-haknya,” tukas Tomy.
Ke depan, pertemuan ini akan merumuskan Deklarasi Jakarta yang isinya dukungan minoritas Rohingya agar mendapatkan hak mereka, serta memperoleh bantuan kemanusiaan dari lembaga bantuan internasional.
“Kami meminta dukungan semua lembaga kemanusiaan dunia untuk turut membantu mengatasi krisis Rohingya ini,” pungkasnya.
Forum dengan nama Southeast Asia Humanitarian Meeting on Rohingya Crisis ini akan digelar Jumat 10 Agustus mendatang di Hotel Sofyan Betawi Jakarta.
Presiden Komite, Tomy Hendrajati mengatakan, ada beberapa tujuan yang ingin dicapai dari pertemuan ini. Pertama, adanya action plan dan road map tentang bantuan kemanusiaan bagi pengungsi Rohingya.
“Semua pihak diharapkan dapat berbagi data dan menggelar aksi kerjasama yang lebih besar hingga mendapat dukungan internasional,” ungkap Tomy, Jakarta, Rabu (8/8/2012).
Selain itu, pertemuan ini juga penting untuk menyelaraskan data tentang Rohingya. Mengingat Pemerintah Myanmar masih tertutup dengan apa yang terjadi di Rakhine, Myanmar Barat.
Upaya membuka akses bantuan kemanusiaan dari Pemerintah Myanmar dan Bangladesh menjadi tujuan ketiga pertemuan ini. Sebagaimana diketahui, Bangladesh adalah negara tujuan terbesar pengungsi minoritas Rohingya.
Sementara Pemerintah Bangladesh khawatir maraknya misi kemanusiaan di sana justru akan memicu eksodus besar-besaran pengungsi Rohingya, sehingga mengusir dan menutup akses bantuan kemanusiaan di negerinya.
“Kami mendorong pemerintah di setiap negara untuk terus melakukan upaya diplomatik kepada Pemerintah Myanmar agar minoritas Rohingya mendapatkan hak-haknya,” tukas Tomy.
Ke depan, pertemuan ini akan merumuskan Deklarasi Jakarta yang isinya dukungan minoritas Rohingya agar mendapatkan hak mereka, serta memperoleh bantuan kemanusiaan dari lembaga bantuan internasional.
“Kami meminta dukungan semua lembaga kemanusiaan dunia untuk turut membantu mengatasi krisis Rohingya ini,” pungkasnya.
()