Pengikut neo-Nazi serang Kuil Sikh
Selasa, 07 Agustus 2012 - 15:15 WIB
Pengikut neo-Nazi serang Kuil Sikh
A
A
A
Sindonews.com - Pelaku penyerangan umat di Kuil Sikh yang menewaskan sedikitnya tujuh orang ternyata adalah seorang veteran tentara Amerika Serikat (AS). Tersangka digambarkan sebagai sosok pengikut neo-Nazi yang frustasi.
“Pelaku serangan itu bernama Wade Michael Page (40). Dia adalah veteran tentara yang dipecat pada 1998 lalu dan dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk kembali menjadi tentara AS,” ujar Asisten Jaksa di Milwaukee, Greg Haanstad, seperti diberitakan Sydney Morning Herald, Selasa (7/8/2012).
Page bergabung dengan militer AS pada 1992, dia menjadi montir sistem rudal. Kemudian Page bergabung dalam sebuah batalion di Fort Bragg, North Carolina.
Sementara itu, juru bicara Pentagon, George Wright mengatakan, selama menjadi tentara Page tidak pernah dikirim ke luar negeri.
Menurut Kepala kepolisian Milwaukee, Bradley Wentlandt, insiden ini merupakan serangan teroris domestik. Berdasarkan hasil investigasi Agen Investigasi Federal AS (Federal Bureau of Investigation/FBI), motif dan identitas pelaku tidak miliki jejak kriminal di masa lalunya.
Agen federal AS untuk Senjata Api dan Bahan Peledak mengatakan, dalam aksi penyeranganya Page menggunakan pistol 9 mm dan beberapa amunisi yang dibeli secara legal.
Sedangkan Kelompok Sikh yang berbasis di New York melaporkan, sejak terjadinya serangan teroris ke gedung World Trade Center 11 September 2011 lalu, lebih dari 700 insiden penyerangan disebabkan sentimen atas Islam.
Meskipun jemaat Sikh memiliki jenggot dan tutup kepala, tetapi kelompok ini bukan sebuah perkumpulan Muslim.
“Pelaku serangan itu bernama Wade Michael Page (40). Dia adalah veteran tentara yang dipecat pada 1998 lalu dan dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk kembali menjadi tentara AS,” ujar Asisten Jaksa di Milwaukee, Greg Haanstad, seperti diberitakan Sydney Morning Herald, Selasa (7/8/2012).
Page bergabung dengan militer AS pada 1992, dia menjadi montir sistem rudal. Kemudian Page bergabung dalam sebuah batalion di Fort Bragg, North Carolina.
Sementara itu, juru bicara Pentagon, George Wright mengatakan, selama menjadi tentara Page tidak pernah dikirim ke luar negeri.
Menurut Kepala kepolisian Milwaukee, Bradley Wentlandt, insiden ini merupakan serangan teroris domestik. Berdasarkan hasil investigasi Agen Investigasi Federal AS (Federal Bureau of Investigation/FBI), motif dan identitas pelaku tidak miliki jejak kriminal di masa lalunya.
Agen federal AS untuk Senjata Api dan Bahan Peledak mengatakan, dalam aksi penyeranganya Page menggunakan pistol 9 mm dan beberapa amunisi yang dibeli secara legal.
Sedangkan Kelompok Sikh yang berbasis di New York melaporkan, sejak terjadinya serangan teroris ke gedung World Trade Center 11 September 2011 lalu, lebih dari 700 insiden penyerangan disebabkan sentimen atas Islam.
Meskipun jemaat Sikh memiliki jenggot dan tutup kepala, tetapi kelompok ini bukan sebuah perkumpulan Muslim.
()