Keluarga korban berdoa di Kuil Sikh
Senin, 06 Agustus 2012 - 15:50 WIB
Keluarga korban berdoa di Kuil Sikh
A
A
A
Sindonews.com - Ditengah teriknya matahari di luar Kuil Sikh, sejumlah kerabat dan keluarga korban penyerangan pria bersenjata, mulai berduka dan berdoa. Prosesi doa berlangsung cukup hening dalam Kuil Sikh di Oak Creek.
Kuil Sikh, sebuah tempat yang setiap minggunya di datangi jemaat untuk memanjatkan berdoa dengan damai Minggu sore berubah menjadi sebuah tempat pertumpahan berdarah. Sedikitnya tujuh orang dilaporkan tewas, sementara tiga lainya luka parah, setelah seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di Kuil Sikh.
Seorang umat yang berhasil menyelamatkan diri dari penyerangan, Jasmine Singh, mengaku selamat setelah bersembunyi di ruangan dapur kuil selama dua jam sampai polisi menemukan dia.
"Ibu terguncang hingga tak bisa berbicara. Kami berusaha menenangkan perasaanya saat akan membawanya pulang ke rumah," ungkap sang anak, seperti diberitakan The Australian, Senin (6/8/2012).
Setelah serangan, beberapa saksi dibawa ke arena bowling, sebuah tempat aman yang berdekatan dengan lokasi Kuil Sikh. Disana mereka memberikan kesaksian seputar aksi penyerangan tersebut.
Para saksi mengambarkan saat penyerangan berlangsung kuil berubah menjadi tempat yang mengerikan, semua orang berteriak, termasuk anak-anak. Semua umat yang ada di dalam kuil berlari tanpa arah. Mereka berusaha menyelamatkan diri, meskipun tidak tahu apa yang sedang mereka hadapi.
"Ia seorang pria berkulit putih dengan kepala botak, ia membunuh dua orng di tempat parkir," ungkap seorang jemaat yang menyelamatkan ayahnya dari serangan pria bersenjata tersebut.
Mengutip pengakuan saksi mata, seorang tenaga medis bantuan Amerika Serikat, Singh mengatakan setelah menyerang tempat parkir, pria tersebut masuk ke dalam kuil dimana para jemaat sedang membaca kitab suci, disana ia kembali melepaskan tembakan.
Balbir Saraina bergegas datang ke Kuil Sikh dari Chicago setelah ia mendengar kabar saudara perempuanya tengah berada dala kuil ketika insiden penembakan terjadi.
"Semua orang sedang berdoa kemudian soorang pria menembaki mereka," ungkap Saraina. "kejadian ini sangat tidak masuk akal, ini tempat unutk beribadat, bukan tempat penmbunuhan, tempat untuk mencari ketenangan bukan aksi serangan,"
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama mengecam insiden penembakan di kuil Sikh di Oak Creek. Obama menyebut serangan tersebut sebagai aksi kekerasan yang tidak masuk akal.
"Kami juga merasakan kepedihan mendalam sebagaimana para keluarga korban dalam aksi penembakan di kuil Sikh. Untuk itu, Pemerintah AS akan mendukung penyelidikan dan investigasi atas insiden tragis ini," ungkap Obama, seperti diberitakan Xinhua, Senin (6/8/2012).
Kuil Sikh, sebuah tempat yang setiap minggunya di datangi jemaat untuk memanjatkan berdoa dengan damai Minggu sore berubah menjadi sebuah tempat pertumpahan berdarah. Sedikitnya tujuh orang dilaporkan tewas, sementara tiga lainya luka parah, setelah seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di Kuil Sikh.
Seorang umat yang berhasil menyelamatkan diri dari penyerangan, Jasmine Singh, mengaku selamat setelah bersembunyi di ruangan dapur kuil selama dua jam sampai polisi menemukan dia.
"Ibu terguncang hingga tak bisa berbicara. Kami berusaha menenangkan perasaanya saat akan membawanya pulang ke rumah," ungkap sang anak, seperti diberitakan The Australian, Senin (6/8/2012).
Setelah serangan, beberapa saksi dibawa ke arena bowling, sebuah tempat aman yang berdekatan dengan lokasi Kuil Sikh. Disana mereka memberikan kesaksian seputar aksi penyerangan tersebut.
Para saksi mengambarkan saat penyerangan berlangsung kuil berubah menjadi tempat yang mengerikan, semua orang berteriak, termasuk anak-anak. Semua umat yang ada di dalam kuil berlari tanpa arah. Mereka berusaha menyelamatkan diri, meskipun tidak tahu apa yang sedang mereka hadapi.
"Ia seorang pria berkulit putih dengan kepala botak, ia membunuh dua orng di tempat parkir," ungkap seorang jemaat yang menyelamatkan ayahnya dari serangan pria bersenjata tersebut.
Mengutip pengakuan saksi mata, seorang tenaga medis bantuan Amerika Serikat, Singh mengatakan setelah menyerang tempat parkir, pria tersebut masuk ke dalam kuil dimana para jemaat sedang membaca kitab suci, disana ia kembali melepaskan tembakan.
Balbir Saraina bergegas datang ke Kuil Sikh dari Chicago setelah ia mendengar kabar saudara perempuanya tengah berada dala kuil ketika insiden penembakan terjadi.
"Semua orang sedang berdoa kemudian soorang pria menembaki mereka," ungkap Saraina. "kejadian ini sangat tidak masuk akal, ini tempat unutk beribadat, bukan tempat penmbunuhan, tempat untuk mencari ketenangan bukan aksi serangan,"
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama mengecam insiden penembakan di kuil Sikh di Oak Creek. Obama menyebut serangan tersebut sebagai aksi kekerasan yang tidak masuk akal.
"Kami juga merasakan kepedihan mendalam sebagaimana para keluarga korban dalam aksi penembakan di kuil Sikh. Untuk itu, Pemerintah AS akan mendukung penyelidikan dan investigasi atas insiden tragis ini," ungkap Obama, seperti diberitakan Xinhua, Senin (6/8/2012).
()