Bangladesh larang LSM bantu Rohingya

Jum'at, 03 Agustus 2012 - 13:39 WIB
Bangladesh larang LSM...
Bangladesh larang LSM bantu Rohingya
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Bangladesh melarang tiga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) membantu pengungsi Rohingya. LSM yang dilarang memberikan bantuan, antara lain, Doctors without Borders (Médecins Sans Frontières/MSF) dari Perancis, Action Against Hunger (ACF), dan Muslim Aid UK asal Inggris.

"Masalah pengungsi Rohingya bukan tanggung jawab kami, melainkan kewajiban Pemerintah Myanmar untuk mengurus mereka," ujar Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina, seperti dikutip Aljazeera, Jumat (3/8/2012).

Ketiga LSM itu dilarang membantu puluhan ribu pengungsi Rohingya melarikan diri dari kekerasan di Myanmar. Padahal, para pengungsi di sana berharap dapat menyeberangi perbatasan agar terbebas dari penganiayaan.

“Beberapa organisasi seperti MSF, ACF, serta Muslim Aid UK telah diminta menghentikan pelayanan di daerah Cox's Bazaar yang berbatasan dengan Myanmar,” ujar pejabat administrasi setempat, Joynul Bari.

Sementara Kepala Muslim Aid UK di Banglades, Obaidur Rahman membenarkan informasi bahwa lembaganya telah menghentikan layanan, menyusul perintah dari Pemerintah Bangladesh.

Selama ini, tiga organisasi tersebut memberikan layanan kesehatan, pelatihan, makanan, dan minuman kepada para pengungsi yang tinggal di Cox's Bazaar sejak awal 1990-an. MSF telah mendirikan sebuah klinik tak jauh dari kamp pengungsi Rohingya yang mampu melayani hingga 100.000 orang.

Pemerintah Bangladesh menyampaikan, sekitar 300.000 warga Rohingya tinggal di Bangladesh. Rombongan pengungsi telah menjadi penduduk mayoritas kawasan Cox's Bazaar. Hanya sekitar 30.000 orang dari mereka yang terdaftar dan tinggal di dua kamp pengungsi yang dikelola Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Untuk mengatasi luapan pengungsi, Pemerintah Bangladesh juga menyuruh beberapa kapal yang mengangkut ratusan pengungsi Rohingya untuk kembali. Langkah itu tetap dilakukan Pemerintah Banglades meskipun ada desakan dari Amerika Serikat (AS) dan organisasi hak asasi manusia agar negara itu mau menerima pengungsi Rohingya.
()
Berita Terkait
Kabur dari Perang, 103...
Kabur dari Perang, 103 Pasukan Myanmar Lari ke Bangladesh
Miliki KTP Indonesia,...
Miliki KTP Indonesia, 2 WNA Diamankan Imigrasi Pamekasan
Pria Arab Saudi Dilarang...
Pria Arab Saudi Dilarang Nikahi Wanita Myanmar, Kenapa?
Bangladesh Minta Bantuan...
Bangladesh Minta Bantuan China Pulangkan Pengungsi Rohingya ke Myanmar
Puluhan Rohingya Tewas...
Puluhan Rohingya Tewas Selama 4 Bulan Naik Perahu ke Malaysia
Saudi Tekan Bangladesh...
Saudi Tekan Bangladesh Keluarkan Paspor untuk Rohingya
Berita Terkini
Terungkap, Israel Kerahkan...
Terungkap, Israel Kerahkan Pasukan Elite ke Azerbaijan untuk Perang Melawan Iran
28 menit yang lalu
Iran Klaim Tembakkan...
Iran Klaim Tembakkan Rudal ke Arah 2 Kapal Perang AS, tapi Disangkal Amerika
1 jam yang lalu
Drone Ukraina Meledak...
Drone Ukraina Meledak Sendiri di Pelabuhan Negara NATO, Kyiv Tuduh Rusia Kerjai Sinyalnya
1 jam yang lalu
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
8 jam yang lalu
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
9 jam yang lalu
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
10 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Vladimir Putin...
7 Alasan Vladimir Putin Tak Bantu Iran Lawan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved