Pasca banjir, Korut krisis air bersih
Kamis, 02 Agustus 2012 - 17:43 WIB
Pasca banjir, Korut krisis air bersih
A
A
A
Sindonews.com - Puluhan ribu penduduk Korea Utara (Korut) kekurangan air bersih setelah bencana banjir. Padahal, pasokan air yang memadai diperlukan untuk mencegah wabah penyakit menular.
Seperti dikutip Asia One, Kamis (2/8/2012) perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Korut melaporkan, banjir bandang yang melanda negara komunis itu mengakibatkan setidaknya 119 kematian. Setelah bencana banjir, sebagian besar wilayah Korut telah terkontaminasi kotoran dan kuman.
Menurut data PBB, sumur di Korut sudah tercemar kakus yang meluap, sehingga masyarakat berisiko terkena wabah diare. Selain itu, banjir juga telah merusak sumber air dan stasiun pompa di sana.
Sementara Pemerintah Korut mengumumkan, sekitar 50.000 keluarga di enam daerah terparah membutuhkan tablet pemurnian, serta bantuan lain untuk mengamankan air bersih. Kelangkaan air minum bersih di Korut sudah menyebabkan tingginya kasus infeksi kulit dan infeksi saluran pernapasan. Untuk itu, UNICEF telah memesan 10 juta tablet dan bahan lainnya.
Sebelumnya, lebih dari 100 orang dilaporkan tewas akibat banjir dan badai bulan Juni lalu. Selain itu, total kehilangan tempat tinggal akibat cuaca buruk mencapai 84.000 orang. Bencana banjir tersebut menjadi tantangan untuk Kim Jong-Un, pemimpin baru Korut.
Seperti dikutip Asia One, Kamis (2/8/2012) perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Korut melaporkan, banjir bandang yang melanda negara komunis itu mengakibatkan setidaknya 119 kematian. Setelah bencana banjir, sebagian besar wilayah Korut telah terkontaminasi kotoran dan kuman.
Menurut data PBB, sumur di Korut sudah tercemar kakus yang meluap, sehingga masyarakat berisiko terkena wabah diare. Selain itu, banjir juga telah merusak sumber air dan stasiun pompa di sana.
Sementara Pemerintah Korut mengumumkan, sekitar 50.000 keluarga di enam daerah terparah membutuhkan tablet pemurnian, serta bantuan lain untuk mengamankan air bersih. Kelangkaan air minum bersih di Korut sudah menyebabkan tingginya kasus infeksi kulit dan infeksi saluran pernapasan. Untuk itu, UNICEF telah memesan 10 juta tablet dan bahan lainnya.
Sebelumnya, lebih dari 100 orang dilaporkan tewas akibat banjir dan badai bulan Juni lalu. Selain itu, total kehilangan tempat tinggal akibat cuaca buruk mencapai 84.000 orang. Bencana banjir tersebut menjadi tantangan untuk Kim Jong-Un, pemimpin baru Korut.
()