Serangga, makanan modern nan lezat dan murah
Senin, 30 Juli 2012 - 23:34 WIB
Serangga, makanan modern nan lezat dan murah
A
A
A
Sindonews.com – Di tengah harga pangan yang terus melambung tinggi, makanan apa yang akan kita konsumsi 20 tahun lagi? Jumlah populasi penduduk dunia kian meningkangkat dari tahun ke tahun, namun sumber daya yang tersedia justru sebaliknya.
’’Kelangkaan dan mahalnya harga makanan memicu kecemasan terhadap apa yang akan kita makan,” ujar seorang ahli makanan masa depan, Morgaine Gaye, seperti dikutip BBC, Senin (30/7/2012).
Jadi apa yang akan kita makan puluhan tahun mendatang? Di Inggris, harga daging diantisipasi akan berdampak besar pada pola makan kita. Beberapa pihak di industri makanan memperkirakan harga daging akan naik lima hingga tujuh tahun lagi, sehingga daging akan menjadi barang mewah.
Padahal, di dunia Barat, banyak orang yang dibesarkan dengan daging murah dan dalam jumlah banyak. Sementara kenaikan memaksa kita untuk mulai memandang daging sebagai makanan mewah. Akibatnya, kita harus mencari cara baru untuk menggantikan daging.
Apa penggantinya dan bagaimana kita menyantapnya? “Serangga. Yup, serangga atau akan dikenal dengan hewan ternak mini itu akan menjadi salah satu makanan pokok kita,” kata Gaye.
Hasil penelitian Universitas Wageningen di Belanda menunjukkan, serangga memberikan nilai nutrisi yang sama dengan daging dan merupakan sumber protein. Selain itu serangga juga murah, mengandung lebih sedikit air dan tidak memiliki banyak jejak karbon. Bahkan, manusia bisa memilih dari 1.400 spesis serangga yang ada di dunia.
’’Serangga dapat diolah menjadi burger dan sosis serangga. Jangkrik dan belalang bisa dihaluskan dan digunakan sebagai komponen dalam makanan seperti burger," tambah Gaye.
Saat ini, Pemerintah Belanda telah menginvestasikan banyak uang untuk mensosialisasikan serangga ke dalam pola makan utama. Negara kincir angin itu menanamkan modal 1 juta euro untuk penelitian dan mempersiapkan undang-undang yang mengatur peternakan serangga.
’’Kelangkaan dan mahalnya harga makanan memicu kecemasan terhadap apa yang akan kita makan,” ujar seorang ahli makanan masa depan, Morgaine Gaye, seperti dikutip BBC, Senin (30/7/2012).
Jadi apa yang akan kita makan puluhan tahun mendatang? Di Inggris, harga daging diantisipasi akan berdampak besar pada pola makan kita. Beberapa pihak di industri makanan memperkirakan harga daging akan naik lima hingga tujuh tahun lagi, sehingga daging akan menjadi barang mewah.
Padahal, di dunia Barat, banyak orang yang dibesarkan dengan daging murah dan dalam jumlah banyak. Sementara kenaikan memaksa kita untuk mulai memandang daging sebagai makanan mewah. Akibatnya, kita harus mencari cara baru untuk menggantikan daging.
Apa penggantinya dan bagaimana kita menyantapnya? “Serangga. Yup, serangga atau akan dikenal dengan hewan ternak mini itu akan menjadi salah satu makanan pokok kita,” kata Gaye.
Hasil penelitian Universitas Wageningen di Belanda menunjukkan, serangga memberikan nilai nutrisi yang sama dengan daging dan merupakan sumber protein. Selain itu serangga juga murah, mengandung lebih sedikit air dan tidak memiliki banyak jejak karbon. Bahkan, manusia bisa memilih dari 1.400 spesis serangga yang ada di dunia.
’’Serangga dapat diolah menjadi burger dan sosis serangga. Jangkrik dan belalang bisa dihaluskan dan digunakan sebagai komponen dalam makanan seperti burger," tambah Gaye.
Saat ini, Pemerintah Belanda telah menginvestasikan banyak uang untuk mensosialisasikan serangga ke dalam pola makan utama. Negara kincir angin itu menanamkan modal 1 juta euro untuk penelitian dan mempersiapkan undang-undang yang mengatur peternakan serangga.
()