Pembelot Suriah serukan persatuan oposisi

Jum'at, 27 Juli 2012 - 09:55 WIB
Pembelot Suriah serukan...
Pembelot Suriah serukan persatuan oposisi
A A A
Sindonews.com – Tidak ada persatuan di tubuh oposisi Suriah baik yang di dalam ataupun luar negeri dipandang menjadi salah satu penyebab masih alotnya jalur penggulingan Presiden Bashar al-Assad.

Persatuan di antara oposisi mutlak diperlukan jika mereka ingin perubahan rezim di kawasan itu. Demi mewujudkan persatuan antaroposisi dan berakhirnya bentrokan berdarah yang telah berjalan selama 16 bulan, Brigadir Jenderal Manaf Tlas, salah satu pembelot paling senior dari pemerintahan Assad, menekankan ingin membantu mempersatukan para oposisi negara itu agar tercapai kesepakatan atas peta jalan transfer kekuasaan.

Tlas, yang berbicara dalam sebuah wawancara dengan koran Asharq al-Awsat di Jeddah, Arab Saudi, juga mengungkapkan ingin mendapatkan dukungan Arab Saudi dan kekuatan lain.

“Saya membahas bersama orang-orang di luar Suriah untuk mencapai konsensus dengan mereka yang di dalam,” papar Tlas dalam wawancara yang diterbitkan kemarin, seperti dikutip Reuters.

“Saya pergi (dari Suriah) untuk berusaha membantu sebaik mungkin yang saya bisa untuk menyatukan orang-orang di dalam dan luar Suriah untuk menyusun peta jalan untuk mengeluarkan Suriah dari krisis.” Tlas,

Mantan teman Presiden Suriah ini bisa memainkan peran apa pun dalam transisi kekuasaan, mengaku tidak meninggalkan Suriah untuk memimpin masa transisi.“Saya menyadari ini tahap yang sulit. Sulit bagi satu orang untuk mengemban tanggung jawab tahap seperti itu,” kata Tlas.

“Kelompok (termasuk oposisi) dari dalam dan luar Suriah seharusnya bekerja sama untuk menyelesaikan tahap ini.” Jenderal, seorang Sunni dari lingkaran dalam Assad yang sebagian besar berasal dari Alawite dan perwira senior di Garda Republikan, membelot awal bulan ini.“Saya akan bekerja sama dengan tiap orang yang ingin membangun kembali Suriah,baik itu Dewan Nasional atau (pemberontak) Pasukan Pembebasan Suriah,” papar dia.

Tlas menegaskan akan sulit menggulingkan Assad dari dalam.“Struktur dan sistem rezim membuat kudeta dari dalam sangat sulit,”ujar dia. Tlas juga memaparkan, dia tidak melihat ada masa depan bagi Assad. Namun,penyerangan di Suriah diperintahkan orang-orang di sekitar Assad.

“Penembakan itu adalah keputusan orang-orang di sekeliling dia. Dia tidak lemah, tapi ada (orang-orang) di sekitar dia yang menyepelekan krisis itu, jadi dia lebih suka menghadapinya dengan kerangka (keamanan),” tutur Tlas. Assad berusaha menyelesaikan revolusi selama 16 bulan terhadap pemerintahannya yang telah menyebabkan sedikitnya 17.000 orang tewas.
()
Berita Terkait
Tenda Permukiman Keluarga...
Tenda Permukiman Keluarga Terlantar yang Dikuasai Pemberontak Ditembaki Pasukan Suriah
Pasukan Suriah Serang...
Pasukan Suriah Serang Qardaha, Bentrokan Sengit di Latakia dan Tartous
Warga Suriah Menyeberangi...
Warga Suriah Menyeberangi Sungai ke Lebanon, Ribuan Mengungsi di Tengah Kekerasan di Pesisir
Gempuran Serangan Udara...
Gempuran Serangan Udara di Idlib, 21 Warga Tewas
Pemberontak Kuasai Aleppo,...
Pemberontak Kuasai Aleppo, Pasukan Bashar al-Assad Mundur
Presiden Iran Minta...
Presiden Iran Minta Negara-negara Islam Bantu Suriah Hadapi Pemberontak
Berita Terkini
Israel Syok Senator...
Israel Syok Senator AS Pro-Zionis Lindsey Graham Mendadak Meninggal
4 menit yang lalu
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
44 menit yang lalu
Iran Serang 5 Negara...
Iran Serang 5 Negara Arab karena Jadi Pangkalan Militer AS
1 jam yang lalu
Serangan Balasan Iran...
Serangan Balasan Iran Diklaim Tewaskan 3 Tentara AS dan Hancurkan Sistem Rudal HIMARS
1 jam yang lalu
AS Bombarir Iran untuk...
AS Bombarir Iran untuk Keempat Kalinya, Teheran Sebut Kejahatan Perang
2 jam yang lalu
Senator AS yang Desak...
Senator AS yang Desak Israel Mengebom Nuklir Gaza Tiba-tiba Meninggal
2 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Baru Suriah...
Pemerintah Baru Suriah Bakal Tuntut Iran Rp4.870 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved