Iran produksi bahan bakar nuklir untuk kapal
Senin, 23 Juli 2012 - 17:39 WIB
Iran produksi bahan bakar nuklir untuk kapal
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) Iran Fereydoun Abbasi mengatakan, negara itu dapat memproduksi bahan bakar nuklir untuk kapal selam dan kapal komersial.
AEOI mengaku tidak kesulitan membuat sistem dan teknologi untuk bahan bakar nuklir, terutama jika sudah menjadi kebutuhan dasar dan disahkan Pemerintah Iran.
Selain itu, anggota parlemen Iran juga sudah mempersiapkan rancangan undang-undang (RUU) untuk mendesak pemerintah melengkapi kapal komersial dengan sistem propulsi nuklir. RUU akan melawan sanksi Amerika Serikat (AS) yang melarang negara lain mengisi ulang bahan bakar kapal Iran.
"Kami memang mampu merancang bahan bakar nuklir untuk kapal laut dan kapal selam, tetapi sekarang tidak ada rencana untuk menggunakan uranium di atas 20 persen," ujar Abbasi di sela-sela upacara di Teheran, seperti dikutip Presstv, Senin (23/7/2012).
AS, Israel dan beberapa sekutunya menuduh Teheran mengejar tujuan militer dalam program nuklirnya. Padahal Iran telah membantah keras tuduhan tersebut.
Iran beralasan teknologi nuklirnya merupakan bagian dari Perjanjian Non-Proliferasi nuklir (NPT) dan anggota Badan Energi Atom Internasional. Iran memiliki hak untuk mengembangkan dan memperoleh teknologi nuklir untuk tujuan damai.
AEOI mengaku tidak kesulitan membuat sistem dan teknologi untuk bahan bakar nuklir, terutama jika sudah menjadi kebutuhan dasar dan disahkan Pemerintah Iran.
Selain itu, anggota parlemen Iran juga sudah mempersiapkan rancangan undang-undang (RUU) untuk mendesak pemerintah melengkapi kapal komersial dengan sistem propulsi nuklir. RUU akan melawan sanksi Amerika Serikat (AS) yang melarang negara lain mengisi ulang bahan bakar kapal Iran.
"Kami memang mampu merancang bahan bakar nuklir untuk kapal laut dan kapal selam, tetapi sekarang tidak ada rencana untuk menggunakan uranium di atas 20 persen," ujar Abbasi di sela-sela upacara di Teheran, seperti dikutip Presstv, Senin (23/7/2012).
AS, Israel dan beberapa sekutunya menuduh Teheran mengejar tujuan militer dalam program nuklirnya. Padahal Iran telah membantah keras tuduhan tersebut.
Iran beralasan teknologi nuklirnya merupakan bagian dari Perjanjian Non-Proliferasi nuklir (NPT) dan anggota Badan Energi Atom Internasional. Iran memiliki hak untuk mengembangkan dan memperoleh teknologi nuklir untuk tujuan damai.
()