Pembelot Kuba tewas dalam kecelakaan
Senin, 23 Juli 2012 - 17:13 WIB
Pembelot Kuba tewas dalam kecelakaan
A
A
A
Sindonews.com – Pembelot Kuba, Oswaldo Paya, dilaporkan tewas dalam sebuah kecelakaan mobil di kota Bayamo. Kecelakaan terjadi saat Paya (60) sedang melakukan perjalanan dekat wilayah timur Provinsi Granma, Kuba.
Paya dikenal sebagai tokoh pendiri proyek Varela, aksi pengumpulan tanda tangan mendukung referendum undang-undang untuk menjamin hak-hak sipil. Selain itu, Paya juga dipandang sebagai juru bicara kelompok oposisi kecil di Kuba.
Penyebab kecelakaan tersebut belum diketahui dengan pasti. Sementara kabar yang beredar menyebutkan, dia dilaporkan tewas setelah mobil yang ditumpangi menabrak sebuah pohon. Seperti dilansir BBC, Senin (23/7/2012).
Pemerintah Kuba mengatakan, kecelakaan lalu lintas ini sangat disayangkan. Dua orang berkebangsaan Kuba dilaporkan tewas dalam kecelakaan tersebut, sedangkan dua warga yang berasal dari Swiss dan Spayol turut menjadi korban dalam kecelakaan tragis itu.
Paya sebelumnya memenangkan penghargaan The Sakharov dari Uni Eropa atas kontribusinya memperjuangkan hak asasi manusia, melalui proyel Varela pada 1998. Tahun 2002, Paya berhasil mengumpulkan 10 ribu tanda tangan. Kemudian dia mempersembahkan tanda tangan tersebut kepada Majelis Nasional Kuba untuk mengakhiri kebijakan satu partai bagi negeri komunis ini.
Aktivis yang lahir pada 1952 lalu ini telah menjadi kritikus bagi Pemerintah Kuba sejak dia remaja. Namun, Paya justru diduga sebagai agen Amerika Serikat (AS) yang berencana merusak revolusi Kuba.
Paya dikenal sebagai tokoh pendiri proyek Varela, aksi pengumpulan tanda tangan mendukung referendum undang-undang untuk menjamin hak-hak sipil. Selain itu, Paya juga dipandang sebagai juru bicara kelompok oposisi kecil di Kuba.
Penyebab kecelakaan tersebut belum diketahui dengan pasti. Sementara kabar yang beredar menyebutkan, dia dilaporkan tewas setelah mobil yang ditumpangi menabrak sebuah pohon. Seperti dilansir BBC, Senin (23/7/2012).
Pemerintah Kuba mengatakan, kecelakaan lalu lintas ini sangat disayangkan. Dua orang berkebangsaan Kuba dilaporkan tewas dalam kecelakaan tersebut, sedangkan dua warga yang berasal dari Swiss dan Spayol turut menjadi korban dalam kecelakaan tragis itu.
Paya sebelumnya memenangkan penghargaan The Sakharov dari Uni Eropa atas kontribusinya memperjuangkan hak asasi manusia, melalui proyel Varela pada 1998. Tahun 2002, Paya berhasil mengumpulkan 10 ribu tanda tangan. Kemudian dia mempersembahkan tanda tangan tersebut kepada Majelis Nasional Kuba untuk mengakhiri kebijakan satu partai bagi negeri komunis ini.
Aktivis yang lahir pada 1952 lalu ini telah menjadi kritikus bagi Pemerintah Kuba sejak dia remaja. Namun, Paya justru diduga sebagai agen Amerika Serikat (AS) yang berencana merusak revolusi Kuba.
()