Nelayan ditembak mati, India kecam kapal perang AS
Selasa, 17 Juli 2012 - 18:30 WIB
Nelayan ditembak mati, India kecam kapal perang AS
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah India mengecam penembakan yang dilakukan kapal United States Naval Ship (USNS) Rappahannock di kawasan Uni Emirat Arab (UEA). India minta penyelidikan lanjut atas kematian nelayan India yang ditembak kapal angkatan laut Amerika Serikat (AS).
Empat orang nelayan India menjadi korban penembakan di lepas pantai Dubai di Teluk selatan. Karena itu, India menyerukan kepada UEA untuk menyelidiki penembakan tersebut.
"Penembakan itu telah menewaskan seorang warga negara India dan menciderai tiga orang lain di perahu tersebut," ujar pembantu Menteri Luar Negeri Tarek al-Hedan, seperti dilansir Aljazeera, Selasa (17/7/2012).
Sementara itu, juru bicara Armada kelima Angkatan Laut AS di Bahrain, Letnan Greg Raelson mengatakan, kapal USNS Rappahannock menembaki perahu setelah para nelayan asal India mengabaikan peringatan. Kapal AS berhak untuk melindungi diri dari berbagai kemungkinan ancaman. Karena keselamatan kapal dan personel adalah dari prioritas utama
"Duta besar India di Abu Dhabi telah meminta otoritas UEA untuk menyelidiki insiden tragis itu," kata juru bicara kementerian luar negeri, Syed Akbaruddin.
Penembakan itu terjadi hari Selasa (17/7/2012) pukul 14:00 waktu setempat (10:00 WIB) dengan jarak 16 km dari pantai. Kapal Rappahannock yang berawak 81 warga sipil dan tiga perwira militer sedang menuju Pelabuhan UEA di Jebel Ali ketika perahu motor kecil berjarak 8 km melintas dekat kapal itu.
Pejabat Angkatan Laut USNS Rappahannock mengatakan, kru kapal telah berusaha memanggil kapal melalui radio dan pengeras suara, menyalakan lampu, dan mengarahkan tembakkan peringatan. Karena tak ditanggapi, mereka terpaksa menembak perahu dengan senjata kaliber 50.
Empat orang nelayan India menjadi korban penembakan di lepas pantai Dubai di Teluk selatan. Karena itu, India menyerukan kepada UEA untuk menyelidiki penembakan tersebut.
"Penembakan itu telah menewaskan seorang warga negara India dan menciderai tiga orang lain di perahu tersebut," ujar pembantu Menteri Luar Negeri Tarek al-Hedan, seperti dilansir Aljazeera, Selasa (17/7/2012).
Sementara itu, juru bicara Armada kelima Angkatan Laut AS di Bahrain, Letnan Greg Raelson mengatakan, kapal USNS Rappahannock menembaki perahu setelah para nelayan asal India mengabaikan peringatan. Kapal AS berhak untuk melindungi diri dari berbagai kemungkinan ancaman. Karena keselamatan kapal dan personel adalah dari prioritas utama
"Duta besar India di Abu Dhabi telah meminta otoritas UEA untuk menyelidiki insiden tragis itu," kata juru bicara kementerian luar negeri, Syed Akbaruddin.
Penembakan itu terjadi hari Selasa (17/7/2012) pukul 14:00 waktu setempat (10:00 WIB) dengan jarak 16 km dari pantai. Kapal Rappahannock yang berawak 81 warga sipil dan tiga perwira militer sedang menuju Pelabuhan UEA di Jebel Ali ketika perahu motor kecil berjarak 8 km melintas dekat kapal itu.
Pejabat Angkatan Laut USNS Rappahannock mengatakan, kru kapal telah berusaha memanggil kapal melalui radio dan pengeras suara, menyalakan lampu, dan mengarahkan tembakkan peringatan. Karena tak ditanggapi, mereka terpaksa menembak perahu dengan senjata kaliber 50.
()