Survei: Jelang pemilu elektabilitas Chavez unggul

Selasa, 17 Juli 2012 - 13:02 WIB
Survei: Jelang pemilu...
Survei: Jelang pemilu elektabilitas Chavez unggul
A A A
Sindonews.com – Hasil survei terkini menunjukkan, Presiden Venezuela Hugo Chavez uggul 15 persen dari kandidat oposisi Henrique Capriles menjelang pemilihan umum (pemilu) 7 Oktober 2012. Lembaga Datanalisis di Caracas mencatat, sekira 46,1 persen memilih Chavez , sedangkan pemilih Capriles hanya 30,8 persen.

Hasil suara itu diperoleh dari 1.300 orang yang mengikuti survei bulan Juni tanggal 14 dan 23, sisanya masih bimbang dan belum memutuskan untuk memilih salah satu dari kedua kandidat.

“Masih terlalu dini untuk memprediksi apa yang akan terjadi pada 7 Oktober, tetapi jajak pendapat menunjukkan kesenjangan antara dua front-runner bergerak diantara 17-15 persen,” kata Direktur Datanalisis, Luis Vicente Leon, seperti dilansir Xinhua, Selasa (17/7/2012).

Leon mengatakan, tingginya jumlah pemilih selama tiga bulan terakhir sebelum pemilu mempertinggi kemungkinan Chavez memenangi pemungutan suara. Jumlah pendukung yang lebih unggul akan menjadi kunci untuk memenangkan pemilu.

Sementara saingan utama Chavez dari koalisi konservatif, Capriles berusia 40 tahun, berjanji untuk mengakhiri sistem radikal presiden, kebijakan statis, dan mengusung administrasi politik "kiri modern". Capriles memproyeksikan gambar pemuda dan energi.

Hasil survei Datanalisis berikutnya akan dirilis pada bulan September, hanya sebulan sebelum 19 juta Venezuela pemilih yang berhak ikut Pemilu. Hingga kini, lembaga polling lain juga menempatkan Chavez dalam posisi pertama, meskipun dengan margin yang berbeda.

Chavez berusia 57, masih populer setelah 14 tahun berkuasa, karena pengelolaan sumber daya minyak yang mengutamakan kesejahteraan Venezuela dan hubungan emosionalnya dengan mayoritas kelas menengah, bawah di negara itu.

Selain itu, sejak Juni 2011 Chavez menyatakan dirinya telah didiagnosa bebas dari kanker, setelah dua kali operasi. Perawatan medis yang berat membuat dia menghilang dari kehidupan publik.
()
Berita Terkait
Aksi Solidaritas untuk...
Aksi Solidaritas untuk Venezuela di Depan Kedubes AS di Jakarta
Diam-diam, Sekutu Maduro...
Diam-diam, Sekutu Maduro dan Guaido Lakukan Pembicaraan Rahasia
Negara Ini Kaya Minyak,...
Negara Ini Kaya Minyak, tapi Rakyatnya Miskin dan Menderita
Terlalu Sering Menjilat,...
Terlalu Sering Menjilat, AS Kecam Pemenang Nobel Venezuela sebagai Perusak
Mahkamah Agung Inggris...
Mahkamah Agung Inggris Tolak Klaim Maduro Atas Emas Venezuela
Venezuela Tukar Emas...
Venezuela Tukar Emas dengan Dolar, Dibantu UEA, Mali dan Pesawat Rusia
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
1 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
5 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
6 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
7 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
8 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
9 jam yang lalu
Infografis
Head to Head Indonesia...
Head to Head Indonesia vs Thailand Jelang Semifinal Piala AFF U-23 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved