Iran kembali ekspor minyak ke India
Senin, 16 Juli 2012 - 23:04 WIB
Iran kembali ekspor minyak ke India
A
A
A
Sindonews.com –India menjadi negara pertama yang menerima suplai minya dari Iran pasca pemberlakuan embargo dari Uni Eropa. Kapal tanker Iran “Motion” dengan kapasistas 298 ribu ton membongkar muatannya di pelabuhan Vadinar di Gujarat, India.
Sebagaimana dilaporkan Kantor berita Iran ISNA, Senin (16/7/2012), seorang pejabat di pelabuhan Vadinar SP Baria mengatakan, kapal tanker “Motion” itu tiba pada 11 Juli 2012, dan diperkirakan akan berangkat kembali Sabtu 21 Juli 2012 mendatang.
Kapal tanker “Motion” itu sendiri merupakan milik bersama perusahaan kapal tanker Iran National Iranian Tanker Company (NITC) dan perusahaan minyak nasional Iran National Iranian Oil Company (NIOC).
Embargo minyak Iran oleh Uni Eropa mulai diberlakukan awal bulan Juli. Pelarangan perdagangan itu merupakan langkah terakhir UNi Eropa untuk memaksa Iran menghentikan program nuklirnya.
Uni Eropa dan Amerika Serikat (AS) menghendaki Iran mengakhiri usaha pengembangan nuklir. Pihak Barat menduga Iran tengah mengembangkan senjata nuklir. Namun, Pemerintah Iran mengatakan program nuklirnya ditujukan untuk pertahanan nasional dan bertujuan damai.
Sebagaimana dilaporkan Kantor berita Iran ISNA, Senin (16/7/2012), seorang pejabat di pelabuhan Vadinar SP Baria mengatakan, kapal tanker “Motion” itu tiba pada 11 Juli 2012, dan diperkirakan akan berangkat kembali Sabtu 21 Juli 2012 mendatang.
Kapal tanker “Motion” itu sendiri merupakan milik bersama perusahaan kapal tanker Iran National Iranian Tanker Company (NITC) dan perusahaan minyak nasional Iran National Iranian Oil Company (NIOC).
Embargo minyak Iran oleh Uni Eropa mulai diberlakukan awal bulan Juli. Pelarangan perdagangan itu merupakan langkah terakhir UNi Eropa untuk memaksa Iran menghentikan program nuklirnya.
Uni Eropa dan Amerika Serikat (AS) menghendaki Iran mengakhiri usaha pengembangan nuklir. Pihak Barat menduga Iran tengah mengembangkan senjata nuklir. Namun, Pemerintah Iran mengatakan program nuklirnya ditujukan untuk pertahanan nasional dan bertujuan damai.
()