Rusia sahkan UU LSM agen asing

Jum'at, 13 Juli 2012 - 20:14 WIB
Rusia sahkan UU LSM...
Rusia sahkan UU LSM agen asing
A A A
Sindonews.com - Parlemen Rusia telah mengesahkan rancangan undang-undang (RUU) pada yang mengklaim organisasi nonpemerintah (Lembaga Swadaya Masyarakat/LSM) sebagai "agen asing". Undang-undang (UU) itu berlaku jika LSM terlibat dalam kegiatan politik dengan pembiayaan luar negeri.

Dalam voting suara ketika penyesahan RUU, hanya tiga deputi memilih menentang, satu abstain, dan 374 suara mendukung. Dokumen yang disahkan dalam waktu seminggu diajukan, sekarang harus disetujui oleh Dewan Federasi dan ditandatangani menjadi UU oleh Presiden Vladimir Putin.

Ironisnya, RUU ini ditetapkan saat Rusia dilempari berbagai kritik dari organisasi hak asasi manusia yang mengecam hukum sebagai upaya untuk menekan oposisi. Seperti dilansir dari RIA Novosti, Jumat (13/7/2012).

Di bawah RUU baru, LSM harus menerbitkan laporan dua tahunan tentang kegiatan dan melaksanakan audit keuangan tahunan. Bila gagal mematuhi hukum bisa mengakibatkan empat tahun hukuman penjara atau denda sampai 300.000 rubel (USD9,200).

Selain itu, LSM akan diminta untuk menempatkan label agen asing pada semua materi cetak yang diterbitkan, termasuk rilis media. Namun, Presiden Putin akan membebaskan organisasi keagamaan, perusahaan negara, dan LSM yang sesuai ketentuan, serta didanai lembaga negara.

LSM perlu menginformasikan Departemen Kehakiman tentang transaksi dana asing lebih besar dari 200.000 rubel (sekitar USD7.000), sesuai dengan amandemen hukum terhadap Tindak Pidana Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme.

Sebagian besar aktivis oposisi dan wartawan independen mengatakan, RUU yang mengenakan denda besar dan kuat untuk pencemaran nama baik, terutama terhadap para pejabat, merupakan upaya untuk membungkam kritik terhadap pemerintah. Sebab RUU itu bisa membawa denda hingga lima juta rubel (USD170.000) untuk informasi yang salah merusak reputasi seseorang.
()
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
27 menit yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
1 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
2 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
3 jam yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
4 jam yang lalu
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
5 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved