Rusia perdebatkan RUU pemblokiran situs terlarang

Rabu, 11 Juli 2012 - 19:04 WIB
Rusia perdebatkan RUU...
Rusia perdebatkan RUU pemblokiran situs terlarang
A A A
Sindonews.com – Parlemen Rusia akan menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) yang dapat memberikan kekuasaan kepada negara untuk memblokir situs-situs daftar hitam. Langkah ini dikritik para aktivis kebebasan internet. Menurut mereka, perbedaan pendapat ini harus diselesaikan dalam jalur hukum.

Semua Komite Duma yang merancang RUU yang disahkan hari Jumat mendatang menyebutkan, pembatasan akses internet perlu dilakukan untuk memerangi situs-situs berisi pornografi anak, promosi obat terlarang, dan rekomendasi untuk bunuh diri. RUU itu akan menjadi tuntunan bagi agen federal untuk memutuskan website apa saja yang harus ditutup.

Sementara itu, Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev mengatakan, internet harus bebas, namun tetap memperhatikan hak-hak dasar rakyat, baik hak untuk informasi dan hak atas perlindungan dari konten berbahaya.

Pada Selasa lalu, parlemen telah memblokir situs Wikipedia berbahasa Rusia selama sehari dan menutup logonya yang memprotes RUU. "Parlemen Rusia selalu mengklaim peraturan ini akan mengurangi ekstremisme, pornografi anak, dan sebagainya. Padahal, RUU tersebut akan menekan kebebasan berekspresi," ujar seorang blogger populer dan Kepala Pusat Studi Media Moskow, think-tank, Alexander Morozov, seperti dikutip RIA Novosti, Rabu (11/7/2012).
()
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
14 menit yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
54 menit yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
2 jam yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
3 jam yang lalu
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
4 jam yang lalu
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
4 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved