Terima suap, saudara Presiden Korsel ditangkap
Rabu, 11 Juli 2012 - 15:31 WIB
Terima suap, saudara Presiden Korsel ditangkap
A
A
A
Sindonews.com - Saudara Presiden Korea Selatan, Lee Sang-deuk, ditangkap atas tuduhan penyuapan. Kejadian ini merupakan pukulan bagi Pemerintah Lee Myung-bak. Lee Sang-deuk ditahan setelah Pengadilan Distrik Pusat Seoul menyetujui permintaan penangkapan hari sebelumnya.
Sebagai seorang politikus di Partai Nasional Raya, Lee Sang-deuk diduga telah menerima 600 juta won dari pimpinan dua bank pada tahun 2007 dan 2011. Uang suap itu digunakan Lee Sang-deuk guna membantu Bank Salomon dan Bank Mirae menghindari audit regulasi yang dapat mengungkap selubung persoalan financial.
"Kejahatan Lee telah diuji dan terbukti. Namun, ada kekhawatiran tersangka akan mencoba menghilangkan bukti, mengingat status dan pengaruh politiknya," ujar hakim di pengadilan Seoul, Park Byoung-sam, seperti dikutip Telegraph, Rabu (11/7/2012).
Penangkapan saudaranya ini membuat Presiden Lee malu. Administrasi Korea Selatan di bawah pimpinannya memang bersifat tertutup. Sebelumnya, dua rekan terdekat Lee juga telah terlibat dalam skandal korupsi.
Selain itu, kebijakan dalam negeri dan asing Lee telah menuai kontroversi. Misalnya, sikapnya terhadap negara tetangga Korea Utara. Bahkan Pemerintah Korea Selatan telah membatalkan penandatanganan perjanjian pertahanan dengan Jepang, karena tekanan kuat dari penduduk yang tidak menyukai pemerintah kolonial sebelumnya.
Sebagai seorang politikus di Partai Nasional Raya, Lee Sang-deuk diduga telah menerima 600 juta won dari pimpinan dua bank pada tahun 2007 dan 2011. Uang suap itu digunakan Lee Sang-deuk guna membantu Bank Salomon dan Bank Mirae menghindari audit regulasi yang dapat mengungkap selubung persoalan financial.
"Kejahatan Lee telah diuji dan terbukti. Namun, ada kekhawatiran tersangka akan mencoba menghilangkan bukti, mengingat status dan pengaruh politiknya," ujar hakim di pengadilan Seoul, Park Byoung-sam, seperti dikutip Telegraph, Rabu (11/7/2012).
Penangkapan saudaranya ini membuat Presiden Lee malu. Administrasi Korea Selatan di bawah pimpinannya memang bersifat tertutup. Sebelumnya, dua rekan terdekat Lee juga telah terlibat dalam skandal korupsi.
Selain itu, kebijakan dalam negeri dan asing Lee telah menuai kontroversi. Misalnya, sikapnya terhadap negara tetangga Korea Utara. Bahkan Pemerintah Korea Selatan telah membatalkan penandatanganan perjanjian pertahanan dengan Jepang, karena tekanan kuat dari penduduk yang tidak menyukai pemerintah kolonial sebelumnya.
()