Pemberontak M23 tinggalkan wilayah kekuasaan
Selasa, 10 Juli 2012 - 11:33 WIB
Pemberontak M23 tinggalkan wilayah kekuasaan
A
A
A
Sindonews.com - Pemberontak gerakan March 23 atau dikenal dengan M23 diketahui telah mundur dari Rutshuru dan kota-kota lain di provinsi Kivu Utara, Kongo, Afrika, Senin 9 Juli 2012 yang selama ini dikuasai.
"Kami telah kembali ke basis wilayah lama. Kami membiarkan polisi dan pasukan perdamian PBB tetap berada di kota yang kami kembalikan untuk melindungi penduduk di sana," ungkap pemimpin gerakan M23, kolonel Vianney Kazarama," seperti diberitakan dalam Presstv, Selasa (10/7/2012).
Sebelumnya, pemimpin M23, Kolonel Sultani Makenga, mengatakan M23 berhasil mengusai Rubare, Rutshuru, Kalengera, dan Kako. Dia menambahkan, kota tersebut akan diserahkan kepada pasukan penjaga perdamaian PBB dan polisi.
"Pemberontak kini telah meninggalkan kota dan kembali ke wilayah di sekitar pegunungan," ungkap warga Rutshuru, Lucien Amoli.
Gerakan M23 yang beraksi sejak bulan Mei lalu memaksa 200 ribu penduduk mengungsi ke negara tetangga yakni Rwanda dan Uganda. Namun, sebagian besar penduduk kini telah kembali ke Kongo.
Diketahui, M23 merupakan bagian dari militer Kongo yang membelot, mereka mengalami perlakuan buruk saat menjadi bagian dari Armed Forces of the Democratic Republic of Congo (FARDC). Mereka berintegrasi dengan militer Kongo setelah membuat perjanjian damai guna mengakhiri pemberontakan tahun 2008 dan 2009.
Aksi pemberontak M23 dipimpin oleh Jenderal Bosco Ntaganda. Ia kini menjadi orang yang paling dicari oleh pengadilan internasional atau dikenal dengan International Criminal (ICC) atas tuduhan merekrut anak sebagai tentara di bawah umur.
Selama beberapa dekade terakhir Kongo dirundung berbagai masalah akibat perang, sebanyak 5,5 juta orang warga Kongo dilaporkan tewas akibat perang internal ini.
"Kami telah kembali ke basis wilayah lama. Kami membiarkan polisi dan pasukan perdamian PBB tetap berada di kota yang kami kembalikan untuk melindungi penduduk di sana," ungkap pemimpin gerakan M23, kolonel Vianney Kazarama," seperti diberitakan dalam Presstv, Selasa (10/7/2012).
Sebelumnya, pemimpin M23, Kolonel Sultani Makenga, mengatakan M23 berhasil mengusai Rubare, Rutshuru, Kalengera, dan Kako. Dia menambahkan, kota tersebut akan diserahkan kepada pasukan penjaga perdamaian PBB dan polisi.
"Pemberontak kini telah meninggalkan kota dan kembali ke wilayah di sekitar pegunungan," ungkap warga Rutshuru, Lucien Amoli.
Gerakan M23 yang beraksi sejak bulan Mei lalu memaksa 200 ribu penduduk mengungsi ke negara tetangga yakni Rwanda dan Uganda. Namun, sebagian besar penduduk kini telah kembali ke Kongo.
Diketahui, M23 merupakan bagian dari militer Kongo yang membelot, mereka mengalami perlakuan buruk saat menjadi bagian dari Armed Forces of the Democratic Republic of Congo (FARDC). Mereka berintegrasi dengan militer Kongo setelah membuat perjanjian damai guna mengakhiri pemberontakan tahun 2008 dan 2009.
Aksi pemberontak M23 dipimpin oleh Jenderal Bosco Ntaganda. Ia kini menjadi orang yang paling dicari oleh pengadilan internasional atau dikenal dengan International Criminal (ICC) atas tuduhan merekrut anak sebagai tentara di bawah umur.
Selama beberapa dekade terakhir Kongo dirundung berbagai masalah akibat perang, sebanyak 5,5 juta orang warga Kongo dilaporkan tewas akibat perang internal ini.
()