Bom di Afghanistan tewaskan 6 tentara AS
Selasa, 10 Juli 2012 - 10:16 WIB
Bom di Afghanistan tewaskan 6 tentara AS
A
A
A
Sindonews.com – Sebuah bom meledak di jalanan bagian Timur Afghanistan menewaskan enam orang tentara Amerika Serikat (AS) yang tergabung dalam pasukan North Atlantic Treaty Organization (NATO).
Pentagon merahasikan keenam korban ledakan tersebut. Markas militer AS tersebut hanya mengumumkan keenam korban merupakan warga AS.
Peristiwa itu terjadi bersamaan dengan pertemuan negara-negara donor di Jepang yang menjanjikan untuk memberikan dana sebesar USD16 milliar kepada Afghanistan. Dana tersebut akan berupa bantuan bagi masyarakat sipil selama empat tahun, termasuk periode selama pasukan asing ditarik mundur.
Kepala Polisi Regional, Jenderal Abdul Raziq mengungkapkan, kekerasan meningkat di Afghanistan belakangan ini. Setidaknya 14 orang sipil tewas sejak beberapa hari lalu. Warga sipil yang tewas dalam dua peristiwa ledakan bom di provinsi Kandahar. Seperti dilansir dalam BBC, Selasa (10/7/2012).
Bom pertama mengenai sebuah mobil, sedangkan yang kedua meledak ketika sebuah traktor datang untuk menyelamatkan korban luka. Perempuan dan anak-anak termasuk diantara korban tewas, seperti disampaikan oleh pernyataan dari kantor gubernur.
Pemerintah negara-negara barat sepakat untuk menarik mundur pasukan dari Afghanistan pada 2014. Pasukan yang dipimpin NATO akan menyerahkan komando kepada pasukan Afghanistan pada pertengahan 2013, menyusul penarikan mundur pasukan akhir 2014 mendatang. Setelah itu, hanya unit pelatihan yang akan bertahan.
Presiden AS Barack Obama dan Presiden Afghanistan, Hamid Karzai telah menandatangani kesepakatan kemitraan strategis selama 10 tahun bulan Mei lalu. Kesepakatan itu menekankan hubungan militer dan sipil antara kedua negara setelah 2014.
Pentagon merahasikan keenam korban ledakan tersebut. Markas militer AS tersebut hanya mengumumkan keenam korban merupakan warga AS.
Peristiwa itu terjadi bersamaan dengan pertemuan negara-negara donor di Jepang yang menjanjikan untuk memberikan dana sebesar USD16 milliar kepada Afghanistan. Dana tersebut akan berupa bantuan bagi masyarakat sipil selama empat tahun, termasuk periode selama pasukan asing ditarik mundur.
Kepala Polisi Regional, Jenderal Abdul Raziq mengungkapkan, kekerasan meningkat di Afghanistan belakangan ini. Setidaknya 14 orang sipil tewas sejak beberapa hari lalu. Warga sipil yang tewas dalam dua peristiwa ledakan bom di provinsi Kandahar. Seperti dilansir dalam BBC, Selasa (10/7/2012).
Bom pertama mengenai sebuah mobil, sedangkan yang kedua meledak ketika sebuah traktor datang untuk menyelamatkan korban luka. Perempuan dan anak-anak termasuk diantara korban tewas, seperti disampaikan oleh pernyataan dari kantor gubernur.
Pemerintah negara-negara barat sepakat untuk menarik mundur pasukan dari Afghanistan pada 2014. Pasukan yang dipimpin NATO akan menyerahkan komando kepada pasukan Afghanistan pada pertengahan 2013, menyusul penarikan mundur pasukan akhir 2014 mendatang. Setelah itu, hanya unit pelatihan yang akan bertahan.
Presiden AS Barack Obama dan Presiden Afghanistan, Hamid Karzai telah menandatangani kesepakatan kemitraan strategis selama 10 tahun bulan Mei lalu. Kesepakatan itu menekankan hubungan militer dan sipil antara kedua negara setelah 2014.
()