Forum Asean atasi sengketa Laut China Selatan
Selasa, 10 Juli 2012 - 10:11 WIB
Forum Asean atasi sengketa Laut China Selatan
A
A
A
Sindonews.com – Sejumlah negara Association of Southeast Asian Nations (Asean) masih terpecah dalam menangani sengketa Laut China Selatan. Ketegangan di Laut China Selatan diperkirakan akan menjadi agenda utama dalam forum regional Asean pekan ini.
Sejumlah negara Asia Tenggara terlibat perselisihan mengenai wilayah perairan Laut China Selatan. Para Menteri Luar negeri Asean akan bertemu di Kamboja sebelum kedatangan negara-negara mitra mereka dari 16 negara, termasuk China. Sebagaimana dilansir dalam BBC, Selasa (10/7/2012).
Filipina menjadi pemimpin negara Asean untuk mendesak China menerima peraturan tersebut. Pertahanan maritim China dan Filipina dibangun di wilayah karang Scaborough Shoal pada April, dengan China membantah laporan yang menyebutkan negara itu mempersiapkan perang. Kedua negara itu saling tuduh adanya gangguan pada wilayah perairan mereka.
Bahkan Vietnam juga marah dengan langkah China yang melakukan eksplorasi minyak di wilayah sengketa itu. China dan sejumlah negara mengklaim wilayah tersebut, antara lain Filipina, Vietnam, Malaysia dan Brunei Darussalam.
Saat ini, negara-negara Asean masih berbeda pendapat dalam menyelesaikan masalah itu. Empat negara yang terlibat sengketa ingin adanya tindakan, tetapi bagi negara lain seperti Kamboja, menolaknya.
Selain itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Hilary Clinton juga menghadiri pertemuan yang akan di gelar di Phnom Penh pekan ini. Pertemuan itu merupakan sinyal awal adanya kepentingan AS terhadap ketegangan di wilayah tersebut.
Hilary Clinton yang akan memimpin delegasi perdagangan, telah meminta adanya "perkembangan" aturan mengenai Laut China Selatan. Dia menyatakan, dia mendesak China dan negara Asean untuk menyelesaikan perselisihan mereka tanpa menggunakan kekerasan, tanpa ancaman dan konflik.
Sejumlah negara Asia Tenggara terlibat perselisihan mengenai wilayah perairan Laut China Selatan. Para Menteri Luar negeri Asean akan bertemu di Kamboja sebelum kedatangan negara-negara mitra mereka dari 16 negara, termasuk China. Sebagaimana dilansir dalam BBC, Selasa (10/7/2012).
Filipina menjadi pemimpin negara Asean untuk mendesak China menerima peraturan tersebut. Pertahanan maritim China dan Filipina dibangun di wilayah karang Scaborough Shoal pada April, dengan China membantah laporan yang menyebutkan negara itu mempersiapkan perang. Kedua negara itu saling tuduh adanya gangguan pada wilayah perairan mereka.
Bahkan Vietnam juga marah dengan langkah China yang melakukan eksplorasi minyak di wilayah sengketa itu. China dan sejumlah negara mengklaim wilayah tersebut, antara lain Filipina, Vietnam, Malaysia dan Brunei Darussalam.
Saat ini, negara-negara Asean masih berbeda pendapat dalam menyelesaikan masalah itu. Empat negara yang terlibat sengketa ingin adanya tindakan, tetapi bagi negara lain seperti Kamboja, menolaknya.
Selain itu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Hilary Clinton juga menghadiri pertemuan yang akan di gelar di Phnom Penh pekan ini. Pertemuan itu merupakan sinyal awal adanya kepentingan AS terhadap ketegangan di wilayah tersebut.
Hilary Clinton yang akan memimpin delegasi perdagangan, telah meminta adanya "perkembangan" aturan mengenai Laut China Selatan. Dia menyatakan, dia mendesak China dan negara Asean untuk menyelesaikan perselisihan mereka tanpa menggunakan kekerasan, tanpa ancaman dan konflik.
()