Jepang & Filipina perkuat kerja sama militer
Senin, 09 Juli 2012 - 14:13 WIB
Jepang & Filipina perkuat kerja sama militer
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Jepang dan Filipina menandatangani pakta kerja sama militer untuk jangka waktu lima tahun kedepan, di Tokyo. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kepercayaan antara Jepang dan Filipina untuk mewujudkan stabilitas perdamaian di Asia Pasifik.
Dalam kesepakatan tersebut, seperti dilansir dalam Japandailypress, Senin (9/7/2012), kedua belah pihak sepakat melakukan pertukaran unit militer, saling menerima kunjungan kapal, bertukar informasi pertahanan dan keamanan, serta pertukaran pendidikan dan juga hasil penelitian.
Keduanya juga akan melakukan operasi kerja sama penjaga perdamaian, sebagai wujud partisipasi kerangka kerja sama negara Asia Tenggara.
Kerja sama militer antara Jepang terjalin di tengah meningkatnya kekhawatiran Filipina atas pengembangan nukir Korea Utara (Korut).Pasalnya uji coba nuklir Korut pada April lalu gagal, dan jatuh di wilayah yang letaknya cukup dekat dengan perairan Filipina.
Fokus utama kerja sama militer Jepang dan Filipina dalam lima tahun ke depan berbeda dengan fokus pemerintah Jepang dan Korea Selatan (Korsel). Pemerintah Jepang dan Korsel sebelumnya berencana menandatangani perjanjian kerja sama militer. Salah satunya melakukan pertukaran informasi intelijen terkait nuklir Korut, namun batal karena diprotes rakyat Jepang.
Dalam kesepakatan tersebut, seperti dilansir dalam Japandailypress, Senin (9/7/2012), kedua belah pihak sepakat melakukan pertukaran unit militer, saling menerima kunjungan kapal, bertukar informasi pertahanan dan keamanan, serta pertukaran pendidikan dan juga hasil penelitian.
Keduanya juga akan melakukan operasi kerja sama penjaga perdamaian, sebagai wujud partisipasi kerangka kerja sama negara Asia Tenggara.
Kerja sama militer antara Jepang terjalin di tengah meningkatnya kekhawatiran Filipina atas pengembangan nukir Korea Utara (Korut).Pasalnya uji coba nuklir Korut pada April lalu gagal, dan jatuh di wilayah yang letaknya cukup dekat dengan perairan Filipina.
Fokus utama kerja sama militer Jepang dan Filipina dalam lima tahun ke depan berbeda dengan fokus pemerintah Jepang dan Korea Selatan (Korsel). Pemerintah Jepang dan Korsel sebelumnya berencana menandatangani perjanjian kerja sama militer. Salah satunya melakukan pertukaran informasi intelijen terkait nuklir Korut, namun batal karena diprotes rakyat Jepang.
()