AS dukung teroris gempur Suriah
Senin, 09 Juli 2012 - 10:48 WIB
AS dukung teroris gempur Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Suriah Bashar al-Assad kembali menuding Amerika Serikat (AS) berperan menciptakan kekacauan di Suriah. AS disebutnya memberikan perlindungan dan dukungan politik terhadap kelompok bersenjata untuk menciptakan kekacauan di Suriah.
"Selama anda memberikan dukungan terhadap teroris, anda merupakan bagian dari mereka. Pemberian bantuan terhadap kelompok anti pemerintah, senjata, uang, dukungan publik, dukungan politik di PBB, maka anda adalah bagian dari mereka," ungkap Assad, seperti diberitakan dalam Presstv , Senin (9/8/2012).
Assad juga mengatakan AS tentu saja bertanggung jawab atas kematian warga sipil Suriah yang tidak berdosa. "Selama AS menawarkan dukungan kepada teroris lewat berbagai cara mereka tetap akan menjadi mitra," ungkap Assad seperti diberitakan dalam BBC.
Seorang pemimpin tidak boleh lari dari tantangan, situasi di nasional Suriah merupakan tantangan bagi pemerintah Suriah. Assad mengaskan pihak yang melakukan pembantaian warga sipil bukan tentara Suriah, melainkan teroris yang menggunakan seragam militer. Saat ini Pemerintah Suriah telah menangkap puluhan teroris yang tergabung dalam kelompok Al-Qaeda yang berasal dari Tunisia dan Libya.
Assad juga sangat yakni, masih banyak rakyat Suriah yang mendukung ia untuk melanjutkan kepemimpinannya.
"AS menentang saya, barat menentang saya, banyak negara di dalam maupun di luar kawasan menantang saya, saya tidak mungkin bertahan di posisi saya jika rakyat membenci saya," imbuh Assad.
Ketika ditanya tentang apakah pemerintah Suriah akan melakukan perundingan dengan kelompok bersenjata, "Jelas, pemerintah akan melakukan perundingan dengan pemberontak bersenjata, kami juga menawarkan amnesti bagi mereka yang terlibat dalam pemberontakan. Beberapa di antara mereka yang telah dibebaskan kini hidup normal tanpa masalah," jawab Assad.
Pernyataan Assad datang di saat meningkatnya tekanan masyarakat internasional, menyerukan ia untuk mundur dari jabatannya.
"Selama anda memberikan dukungan terhadap teroris, anda merupakan bagian dari mereka. Pemberian bantuan terhadap kelompok anti pemerintah, senjata, uang, dukungan publik, dukungan politik di PBB, maka anda adalah bagian dari mereka," ungkap Assad, seperti diberitakan dalam Presstv , Senin (9/8/2012).
Assad juga mengatakan AS tentu saja bertanggung jawab atas kematian warga sipil Suriah yang tidak berdosa. "Selama AS menawarkan dukungan kepada teroris lewat berbagai cara mereka tetap akan menjadi mitra," ungkap Assad seperti diberitakan dalam BBC.
Seorang pemimpin tidak boleh lari dari tantangan, situasi di nasional Suriah merupakan tantangan bagi pemerintah Suriah. Assad mengaskan pihak yang melakukan pembantaian warga sipil bukan tentara Suriah, melainkan teroris yang menggunakan seragam militer. Saat ini Pemerintah Suriah telah menangkap puluhan teroris yang tergabung dalam kelompok Al-Qaeda yang berasal dari Tunisia dan Libya.
Assad juga sangat yakni, masih banyak rakyat Suriah yang mendukung ia untuk melanjutkan kepemimpinannya.
"AS menentang saya, barat menentang saya, banyak negara di dalam maupun di luar kawasan menantang saya, saya tidak mungkin bertahan di posisi saya jika rakyat membenci saya," imbuh Assad.
Ketika ditanya tentang apakah pemerintah Suriah akan melakukan perundingan dengan kelompok bersenjata, "Jelas, pemerintah akan melakukan perundingan dengan pemberontak bersenjata, kami juga menawarkan amnesti bagi mereka yang terlibat dalam pemberontakan. Beberapa di antara mereka yang telah dibebaskan kini hidup normal tanpa masalah," jawab Assad.
Pernyataan Assad datang di saat meningkatnya tekanan masyarakat internasional, menyerukan ia untuk mundur dari jabatannya.
()