Warga Indonesia di Australia gelar aksi dukung KPK
Senin, 09 Juli 2012 - 05:59 WIB
Warga Indonesia di Australia gelar aksi dukung KPK
A
A
A
Sindonews.com – Warga Indonesia di Australia menggelar aksi dukungan untuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dukungan untuk KPK tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Dukungan itu juga datang dari warga Indonesia yang bekerja dan menuntut ilmu di luar negeri.
Salah satunya dukungan berasal dari komunitas warga dan mahasiswa Indonesia di Melbourne, Australia (Indomelb). Mereka menggelar aksi damai di Federation Square, Melbourne, Australia, Minggu (8/7/2012), seperti dikutip dari BBC.
Juru bicara Indomelb, Ali Murtado mengatakan, aksi ini dilakukan guna menunjukkan dukungan terhadap pemberantasan korupsi dari warga Indonesia di luar negeri. "Aksi ini muncul setelah kami melakukan banyak diskusi. Kami memutuskan untuk melakukan aksi nyata selain melakukan diskusi," ujar Ali.
Dalam aksi yang digelar pada pukul 13.00 waktu setempat itu, Ali mengungkapkan bahwa sambutan peserta ternyata cukup menggembirakan."Pada awalnya kami kira hanya sekitar 20 orang yang ikut serta, tapi saat digelar ada lebih dari 40 orang," papar Ali.
Aksi damai ini diwarnai beberapa kegiatan, seperti penandatanganan spanduk dukungan terhadap KPK, pembacaan puisi, dan pencabutan bintang yang dipasang di atas sebuah spanduk. "Pencabutan bintang ini menjadi simbol anggota DPR harus mulai mendengar aspirasi rakyat tentang pemberantasan korupsi," ujar mahasiswa jenjang master Melbourne Law School ini.
Spanduk berisi dukungan warga Indonesia di Melbourne itu akan diserahkan kepada perwakilan Indonesia. Selain melakukan aksi damai, warga Indonesia di Australia juga mengumpulkan sumbangan untuk pembangunan gedung KPK yang baru. "Kami sudah membuka dompet donasi sejak dua pekan lalu dan sejauh ini sudah terkumpul sekitar Rp1,9 juta," imbuh Ali.
Pengumpulan dana ini tidak dilakukan dengan cara turun ke jalan dan meminta dana warga secara langsung. Karena kami menjaga citra Indonesia, jadi pemberian dana hanya dengan cara memberikan langsung uang atau transfer ke bendahara yang sudah ditunjuk.
“Pembukaan rekening untuk membantu KPK ini akan ditutup pada 31 Juli mendatang. Besaran sumbangan juga dibatasi maksimal AUS$100 tiap orang, demi menghindarkan hal-hal yang tidak diinginkan," kata Ali.
Salah satunya dukungan berasal dari komunitas warga dan mahasiswa Indonesia di Melbourne, Australia (Indomelb). Mereka menggelar aksi damai di Federation Square, Melbourne, Australia, Minggu (8/7/2012), seperti dikutip dari BBC.
Juru bicara Indomelb, Ali Murtado mengatakan, aksi ini dilakukan guna menunjukkan dukungan terhadap pemberantasan korupsi dari warga Indonesia di luar negeri. "Aksi ini muncul setelah kami melakukan banyak diskusi. Kami memutuskan untuk melakukan aksi nyata selain melakukan diskusi," ujar Ali.
Dalam aksi yang digelar pada pukul 13.00 waktu setempat itu, Ali mengungkapkan bahwa sambutan peserta ternyata cukup menggembirakan."Pada awalnya kami kira hanya sekitar 20 orang yang ikut serta, tapi saat digelar ada lebih dari 40 orang," papar Ali.
Aksi damai ini diwarnai beberapa kegiatan, seperti penandatanganan spanduk dukungan terhadap KPK, pembacaan puisi, dan pencabutan bintang yang dipasang di atas sebuah spanduk. "Pencabutan bintang ini menjadi simbol anggota DPR harus mulai mendengar aspirasi rakyat tentang pemberantasan korupsi," ujar mahasiswa jenjang master Melbourne Law School ini.
Spanduk berisi dukungan warga Indonesia di Melbourne itu akan diserahkan kepada perwakilan Indonesia. Selain melakukan aksi damai, warga Indonesia di Australia juga mengumpulkan sumbangan untuk pembangunan gedung KPK yang baru. "Kami sudah membuka dompet donasi sejak dua pekan lalu dan sejauh ini sudah terkumpul sekitar Rp1,9 juta," imbuh Ali.
Pengumpulan dana ini tidak dilakukan dengan cara turun ke jalan dan meminta dana warga secara langsung. Karena kami menjaga citra Indonesia, jadi pemberian dana hanya dengan cara memberikan langsung uang atau transfer ke bendahara yang sudah ditunjuk.
“Pembukaan rekening untuk membantu KPK ini akan ditutup pada 31 Juli mendatang. Besaran sumbangan juga dibatasi maksimal AUS$100 tiap orang, demi menghindarkan hal-hal yang tidak diinginkan," kata Ali.
()