Suriah latihan militer skala besar
Senin, 09 Juli 2012 - 00:51 WIB
Suriah latihan militer skala besar
A
A
A
Sindonews.com – Angkatan Bersenjata Suriah sedang melakukan latihan militer berskala besar. Latihan militer itu dilakukan untuk menguji kemampuan tempur dan kesiapan dalam menghadapi berbagai serangan dari Turki.
Kantor berita Sana melaporkan, latihan militer menunjukkan Suriah mampu mempertahankan pesisir dari kemungkinan agresi. Karena ketegangan dengan Turki meningkat setelah Suriah menembak jatuh pesawat tempur Turki bulan Juni lalu.
Latihan militer tersebut dihadiri salah satu pejabat tinggi yaitu Menteri Pertahanan Suriah, Jendral Dawoud Rajha. “Selama latihan militer, roket diluncurkan. Angkatan Laut kami mulai melakukan manuver operasional taktis dengan peluru tajam,” ujar Rajha, seperti dilansir dalam BBC, Senin (9/7/2012).
Latihan militer ini merupakan bagian dari pelatihan yang akan berlangsung selama beberapa hari. Sebagian kalangan dari oposisi Suriah menyerukan campur tangan militer asing untuk menggeser Presiden Bashar al-Assad.
Turki telah menerbangkan enam pesawat tempur F-16 di dekat perbatasan dengan Suriah minggu lalu, setelah Damaskus menerbangkan helikopter di dekat perbatasan. Sebelumnya, Turki juga mengerahkan peluncur roket dan senjata anti pesawat di perbatasan pasca Suriah menembak jatuh pesawat F-4 tanggal 22 Juni.
Selain itu, menurut Komite Koordinasi Lokal (LCC), jaringan aktivis yang berada di Suriah, kerusuhan di Suriah hari Minggu telah menewaskan 11 orang. Tiga korban yang meninggal merupakan tentara pembelot.
Menanggapi konflik tersebut, utusan PBB untuk Suriah, Kofi Annan direncanakan akan berkunjung ke Damaskus pada hari Senin. Annan tetap mengunjungi Suriah, meski sebelumnya menyatakan rencana perdamaian enam poin yang disusun untuk Suriah telah gagal.
Kantor berita Sana melaporkan, latihan militer menunjukkan Suriah mampu mempertahankan pesisir dari kemungkinan agresi. Karena ketegangan dengan Turki meningkat setelah Suriah menembak jatuh pesawat tempur Turki bulan Juni lalu.
Latihan militer tersebut dihadiri salah satu pejabat tinggi yaitu Menteri Pertahanan Suriah, Jendral Dawoud Rajha. “Selama latihan militer, roket diluncurkan. Angkatan Laut kami mulai melakukan manuver operasional taktis dengan peluru tajam,” ujar Rajha, seperti dilansir dalam BBC, Senin (9/7/2012).
Latihan militer ini merupakan bagian dari pelatihan yang akan berlangsung selama beberapa hari. Sebagian kalangan dari oposisi Suriah menyerukan campur tangan militer asing untuk menggeser Presiden Bashar al-Assad.
Turki telah menerbangkan enam pesawat tempur F-16 di dekat perbatasan dengan Suriah minggu lalu, setelah Damaskus menerbangkan helikopter di dekat perbatasan. Sebelumnya, Turki juga mengerahkan peluncur roket dan senjata anti pesawat di perbatasan pasca Suriah menembak jatuh pesawat F-4 tanggal 22 Juni.
Selain itu, menurut Komite Koordinasi Lokal (LCC), jaringan aktivis yang berada di Suriah, kerusuhan di Suriah hari Minggu telah menewaskan 11 orang. Tiga korban yang meninggal merupakan tentara pembelot.
Menanggapi konflik tersebut, utusan PBB untuk Suriah, Kofi Annan direncanakan akan berkunjung ke Damaskus pada hari Senin. Annan tetap mengunjungi Suriah, meski sebelumnya menyatakan rencana perdamaian enam poin yang disusun untuk Suriah telah gagal.
()