Swiss bekukan ekspor senjata ke UAE
Kamis, 05 Juli 2012 - 12:29 WIB
Swiss bekukan ekspor senjata ke UAE
A
A
A
Sindonews.com - Swiss memutuskan untuk hentikan impor senjata ke negara Uni Emirat Arab (UAE) menyusul tersiarnya kabar, granat buatan Swiss digunakan oleh kelompok militan Suriah.
"Untuk sementara Swiss membekukan izin ekspor perusahaan senjata ke UAE," ungkap Juru bicara Sekertariat Negara Urusan Ekonomi Internasional, Antje Baertschi, seperti dilansir dalam Presstv, Kamis, (5/7/2012).
Departemen Urusan Ekonomi Federal Swiss (FDEA) mengumumkan, granat tangan 225 dan 162 telah diekspor ke UEA. UEA telah menandatangani perjanjian untuk tidak mengekspor kembali granat tangan tersebut. FDEA menambahkan Swiss sudah berhenti mengimpor senjata ke Suriah pada April 1998 silam. Pemerintah Swiss menambahkan, sejauh ini tidak ada bukti otentik perpindahan granat tangan Swiss ke Suriah.
"Kami juga mengambil langkah yang sama saat jurnalis memberitakan penemuan peti amunis buatan Swiss di Libya," ungkap Baertschi.
Sebelumnya, surat kabar Sonntagszeitung pada Rabu lalu memberitakan, sebuah gambar granat tangan buatan perusahaan senjata RUAG Swiss, diimpor RUAG tahun 2003. Granat tersebut dilansir milik pasukan anti Damaskus yang diledakan di kota Marea, sebelah utara kota Aleppo, Damskus.
Sebelumnya, Presiden Suriah, Bashar al-Assad mengatakan, konflik Suriah kini telah berubah menjadi perang. Pemberontak, teroris bersenjatan dan sabotase merupakan aktor utama perang di Suriah.
"Untuk sementara Swiss membekukan izin ekspor perusahaan senjata ke UAE," ungkap Juru bicara Sekertariat Negara Urusan Ekonomi Internasional, Antje Baertschi, seperti dilansir dalam Presstv, Kamis, (5/7/2012).
Departemen Urusan Ekonomi Federal Swiss (FDEA) mengumumkan, granat tangan 225 dan 162 telah diekspor ke UEA. UEA telah menandatangani perjanjian untuk tidak mengekspor kembali granat tangan tersebut. FDEA menambahkan Swiss sudah berhenti mengimpor senjata ke Suriah pada April 1998 silam. Pemerintah Swiss menambahkan, sejauh ini tidak ada bukti otentik perpindahan granat tangan Swiss ke Suriah.
"Kami juga mengambil langkah yang sama saat jurnalis memberitakan penemuan peti amunis buatan Swiss di Libya," ungkap Baertschi.
Sebelumnya, surat kabar Sonntagszeitung pada Rabu lalu memberitakan, sebuah gambar granat tangan buatan perusahaan senjata RUAG Swiss, diimpor RUAG tahun 2003. Granat tersebut dilansir milik pasukan anti Damaskus yang diledakan di kota Marea, sebelah utara kota Aleppo, Damskus.
Sebelumnya, Presiden Suriah, Bashar al-Assad mengatakan, konflik Suriah kini telah berubah menjadi perang. Pemberontak, teroris bersenjatan dan sabotase merupakan aktor utama perang di Suriah.
()