Drone AS tewaskan 46 warga Somalia
Jum'at, 29 Juni 2012 - 13:51 WIB
Drone AS tewaskan 46 warga Somalia
A
A
A
Sindonews.com - Serangan udara pesawat tak berawak (drone) Amerika Serikat (AS) ke selatan Somalia merenggut nyawa 46 penduduk sipil dan melukai banyak orang. Puluhan korban berasal dari pusat pelatihan pemberontak Al-Shabab di pinggiran Elasha Biyaha.
Dua pejabat Somalia mengatakan, serangan itu dilakukan oleh drone AS dan pesawat tempur US AC 130. Seperti dilaporkan Presstv, Jumat (29/6/2012).
Terkait serangan ini, rakyat Somalia dilaporkan tidak dapat berbuat banyak. Pasalnya sejak 1991, saat mantan diktator Mohamed Siad Barre digulingkan dari kekuasannya yang sah, sampai saat ini Somalia tidak memiliki pemegang kekuasaan.
Pemerintahan transisi Somalia yang didukung oleh barat sangat lemah. Selama lima tahun terakhir mereka memerangi kelompok pemberontak Al-Shabab dengan bantuan pasukan Uni Afrika.
Militer AS mengendalikan drone dari AS untuk mengoperasikan pesawat pengintai dan menargetkan sasaran untuk dibunuh. Sementara itu, Washington mengatakan serangan drone dilakukan untuk menumpas perkembangan kelompok teroris dan juga kelompok milita di Afghanistan, Libya Pakistan, dan Yaman.
Namun saksi di lapangan mengatakan serangan drone AS lebih banyak memakan korban jiwa di kalangan sipil ketimbang militan.
Dua pejabat Somalia mengatakan, serangan itu dilakukan oleh drone AS dan pesawat tempur US AC 130. Seperti dilaporkan Presstv, Jumat (29/6/2012).
Terkait serangan ini, rakyat Somalia dilaporkan tidak dapat berbuat banyak. Pasalnya sejak 1991, saat mantan diktator Mohamed Siad Barre digulingkan dari kekuasannya yang sah, sampai saat ini Somalia tidak memiliki pemegang kekuasaan.
Pemerintahan transisi Somalia yang didukung oleh barat sangat lemah. Selama lima tahun terakhir mereka memerangi kelompok pemberontak Al-Shabab dengan bantuan pasukan Uni Afrika.
Militer AS mengendalikan drone dari AS untuk mengoperasikan pesawat pengintai dan menargetkan sasaran untuk dibunuh. Sementara itu, Washington mengatakan serangan drone dilakukan untuk menumpas perkembangan kelompok teroris dan juga kelompok milita di Afghanistan, Libya Pakistan, dan Yaman.
Namun saksi di lapangan mengatakan serangan drone AS lebih banyak memakan korban jiwa di kalangan sipil ketimbang militan.
(hyk)