Turki perketat militer di perbatasan
Kamis, 28 Juni 2012 - 17:22 WIB
Turki perketat militer di perbatasan
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Turki mulai memperketat keamanan di wilayah perbatasan dengan Suriah. Hari ini militer Turki menanggapi serangan Suriah dengan menyebarkan pelontar roket dan artileri.
Sejumlah kendaraan militer yang mengangkut pelontar artileri dan roket mulai bergerak keluar dari pangkalan militer Iskenderun dan Diyarbakir ke wilayah perbatasan Turki dan Suriah, wilayah yang dekat dengan lokasi jatuhnya pesawat.
Pengetatan keamanan ini merupakan tanggapan pemerintah Turki atas serangan militer Suriah terhadap penembakan F-4 Phantom, pesawat jet tempur Turki yang jatuh Jumat lalu.
Kemarin, Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan mengatakan, Turki memutuskan untuk meningkatan pertahanan perbatasan.
"Saat ini, wilayah perbatasan antara Turki dan Suriah merupakan wilayah ancaman dan menjadi target militer Turki. Suriah telah menjadi ancaman nyata bagi Turki," tegas Erdogan seperti diberitakan BBC, Kamis (28/6/2012).
Sebelumnya, pesawat jet F-4 Phantom jatuh di perairan teritorial Suriah di Lattakia Provinsi, 10 kilometer dari pantai.
Presiden Turki, Abdullah Gul mengatakan, jet tempur Turki ditembak Angkatan Udara Suriah pada Jumat, 22. Pesawat jet itu dianggap telah melintasi wilayah Suriah. F-4 Phantom dianggap terbang dengan kecepatan tinggi saat menyeberangi perbatasan.
Sejumlah kendaraan militer yang mengangkut pelontar artileri dan roket mulai bergerak keluar dari pangkalan militer Iskenderun dan Diyarbakir ke wilayah perbatasan Turki dan Suriah, wilayah yang dekat dengan lokasi jatuhnya pesawat.
Pengetatan keamanan ini merupakan tanggapan pemerintah Turki atas serangan militer Suriah terhadap penembakan F-4 Phantom, pesawat jet tempur Turki yang jatuh Jumat lalu.
Kemarin, Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan mengatakan, Turki memutuskan untuk meningkatan pertahanan perbatasan.
"Saat ini, wilayah perbatasan antara Turki dan Suriah merupakan wilayah ancaman dan menjadi target militer Turki. Suriah telah menjadi ancaman nyata bagi Turki," tegas Erdogan seperti diberitakan BBC, Kamis (28/6/2012).
Sebelumnya, pesawat jet F-4 Phantom jatuh di perairan teritorial Suriah di Lattakia Provinsi, 10 kilometer dari pantai.
Presiden Turki, Abdullah Gul mengatakan, jet tempur Turki ditembak Angkatan Udara Suriah pada Jumat, 22. Pesawat jet itu dianggap telah melintasi wilayah Suriah. F-4 Phantom dianggap terbang dengan kecepatan tinggi saat menyeberangi perbatasan.
()