Serangan Drone AS, untuk menekan Pakistan
Senin, 11 Juni 2012 - 16:56 WIB
Serangan Drone AS, untuk menekan Pakistan
A
A
A
Sindonews.com - Perdana Menteri Pakistan, Yusuf Raza Gilani mengatakan, bahwa presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama mengunakan serangan Drone (pesawat tanpa awak) sebagai alat politik untuk menekan Pakistan.
Pernyataan ini disampaikan Gilani sehari setelah Obama memerintahkan meningkatkan intensitas penyerangan dengan mengunakan Drone di daerah-daerah kesukuan Pakistan dalam beberapa bulan terakhir.
"Memasuki tahun pemilihan Presiden AS, Obama memutuskan untuk meningkatkan serangan dengan menggunakan Drone sebagai alat untuk mencapai kepentingan politiknya," ungkap PM Pakistan saat mengunjugi Lahore, seperti diberitakan dalam Xinhua, Senin (11/6/2012)
"Peningkatan intensitas pengunaan Drone untuk menyerang Pakistan mencerminkan rasa frustasi untuk menyelesaikan sengketa antara AS dan pemerintah Pakistan,” tambahnya.
Selain itu, Gilani juga mengomentari sikap AS yang akan mengurangi bantuan ekonomi ke AS. Gilani mengatakan Pakistan mau tidak mau memang harus mandiri dan tidak boleh selamanya bergantung dari bantuan ekonomi AS. Pasalnya AS tidak akan selamanya menjadi donatur bagi Pakistan.
Apalagi Pakistan bukan satu-satunya negara yang mengalami kesulitan ekonomi, saat dunia dilanda resesi banyak negara mengalami masalah ekonomi.
Lebih lanjut disampaikan Gilani, Pemerintah Pakistan telah menjalin kerja sama bilateral dengan beberapa negara seperti, Iran, China, Afghanistan, Rusia, dan India. Kerjasama bilateral ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi Pakistan. Pemerintah Pakistan bekerja sama dalam beberapa proyek energi bersama Iran, India dan China.
Dia mengatakan pembukaan kembali jalur pasokan keperluan NATO akan dipertimbangkan oleh majelis dan semua stakeholder, faktor keamanan akan menjadi penentu apakah jalur pasukan kebutuhan NATO bisa kembali dibuka.
Sebelumnya, Asisten Menteri Pertahanan AS Peter Levoy datang ke Isalamabad. Levoy sengaja datang untuk meminta pembukaan rute pasokan keperluan pasukan North Atlantic Treaty Organization (NATO)di Afghanistan.
Seperti diketahui, sejak November tahun lalu Pemerintah Pakistan memutuskan menutup jalur pasokan kebutuhan NATO dari Pakistan ke Afghanistan. Menyusul tewasnya 24 tentara akibat serangan udara AS.
Pernyataan ini disampaikan Gilani sehari setelah Obama memerintahkan meningkatkan intensitas penyerangan dengan mengunakan Drone di daerah-daerah kesukuan Pakistan dalam beberapa bulan terakhir.
"Memasuki tahun pemilihan Presiden AS, Obama memutuskan untuk meningkatkan serangan dengan menggunakan Drone sebagai alat untuk mencapai kepentingan politiknya," ungkap PM Pakistan saat mengunjugi Lahore, seperti diberitakan dalam Xinhua, Senin (11/6/2012)
"Peningkatan intensitas pengunaan Drone untuk menyerang Pakistan mencerminkan rasa frustasi untuk menyelesaikan sengketa antara AS dan pemerintah Pakistan,” tambahnya.
Selain itu, Gilani juga mengomentari sikap AS yang akan mengurangi bantuan ekonomi ke AS. Gilani mengatakan Pakistan mau tidak mau memang harus mandiri dan tidak boleh selamanya bergantung dari bantuan ekonomi AS. Pasalnya AS tidak akan selamanya menjadi donatur bagi Pakistan.
Apalagi Pakistan bukan satu-satunya negara yang mengalami kesulitan ekonomi, saat dunia dilanda resesi banyak negara mengalami masalah ekonomi.
Lebih lanjut disampaikan Gilani, Pemerintah Pakistan telah menjalin kerja sama bilateral dengan beberapa negara seperti, Iran, China, Afghanistan, Rusia, dan India. Kerjasama bilateral ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi Pakistan. Pemerintah Pakistan bekerja sama dalam beberapa proyek energi bersama Iran, India dan China.
Dia mengatakan pembukaan kembali jalur pasokan keperluan NATO akan dipertimbangkan oleh majelis dan semua stakeholder, faktor keamanan akan menjadi penentu apakah jalur pasukan kebutuhan NATO bisa kembali dibuka.
Sebelumnya, Asisten Menteri Pertahanan AS Peter Levoy datang ke Isalamabad. Levoy sengaja datang untuk meminta pembukaan rute pasokan keperluan pasukan North Atlantic Treaty Organization (NATO)di Afghanistan.
Seperti diketahui, sejak November tahun lalu Pemerintah Pakistan memutuskan menutup jalur pasokan kebutuhan NATO dari Pakistan ke Afghanistan. Menyusul tewasnya 24 tentara akibat serangan udara AS.
()