DK PBB kutuk pembantaian massal warga Suriah

Senin, 28 Mei 2012 - 10:41 WIB
DK PBB kutuk pembantaian...
DK PBB kutuk pembantaian massal warga Suriah
A A A
Sindonews.com - Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengutuk pembantaian terhadap ratusan warga sipil di Desa Houla, Provinsi Homs, Suriah bagian barat.

"Anggota DK PBB mengutuk aksi pembunuhan ini. PBB telah mendapat informasi dari utusan pengamat PBB yang berada di Suriah. Pengamat mengatakan (pembantaian) terjadi di pemukiman warga desa Houla. Ratusan orang yang terdiri dari pria, wanita dan juga anak-anak menjadi korban serangan artileri dan tank milik pemerintah," ungkap DK PBB setelah menggelar pertemuan darurat tertutup di New York, seperti diberitakan dalam Ria Novosti, Senin, (28/5/2012).

"Anggota DK PBB juga mengutuk aksi penembakan warga Suriah dari jarak dekat dan berbagai bentuk kekerasan fisik lainnya," tambah PBB.

Ketua Misi Pengamat PBB di Suriah, Robert Mood, melaporkan bahwa sekitar 100 orang, 30 orang di antaranya adalah anak kecil, tewas dalam penyerangan yang terjadi pada Jumat dan Sabtu di Houla. Ia mengatakan, artileri dan tank memasuki pemukiman penduduk dan menyerang mereka.

Sebuah rekaman video amatir yang diperlihatkan kepada DK PBB menunjukkan, keluarga korban mengubur mayat sanak saudara mereka dalam sebuah kuburan masal. Kekerasan baru itu menjadi sebuah tanda tanya baru apakah program yang diusulkan oleh Kofi Annan memang berjalan sesuai rencana.

Sementara itu, sejumlah aktivis di Suriah menyalahkan tentara yang setia mendukung pemerintahan Presiden Suriah, Bashar Al-assad atas aksi pembantaian di Houla. Mereka mengatakan, pasukan pemerintah telah mengarahkan senjata kepada para demonstran pada Jumat, 25 Mei lalu. Pasukan militer Suriah kemudian menyerbu desa dan menyerang pria, wanita, dan anak anak di rumah mereka.

Namun, Pemerintah Suriah membantah bahwa mereka terlibat dalam aksi penyerangan Jumat lalu. Pemerintah Suriah menolak untuk dipersalahkan dengan mengatakan bahwa aksi penyerangan tersebut tidak dilakukan oleh tentara Suriah melainkan kelompok teroris.

Dewan mengatakan penyerangan terhadap waraga sipil melanggar hukum internasional dan komitmen pemerintah Suriah terhadap resolusi DK PBB No 2042 dan 2043, yang berjanji menghentikan berbagai aksi kekerasan, termaksud menghentikan penggunaan senjata berat di wilayah pemukiman penduduk.
()
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
4 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
8 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
9 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
10 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
11 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
12 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jam...
10 Negara dengan Jam Kerja Terpendek di Dunia, Suriah Paling Singkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved