50.000 mahasiswa di Chili desak reformasi pendidikan

Kamis, 26 April 2012 - 17:04 WIB
50.000 mahasiswa di...
50.000 mahasiswa di Chili desak reformasi pendidikan
A A A
Sindonews.com – Sebanyak 50.000 ribu mahasiswa di Ibu Kota Santiago, menggelar aksi demonstrasi mendukung reformasi pendidikan di Chile. Dalam aksinya, mereka melakukan longmarch dari kampus masing-masing dan berkumpul di Ibu Kota Santiago.

Dalam beberapa bulan terakhir, mahasiswa Chile gencar melakukan aksi protes menuntut pemerintah membebaskan biaya pendidikan. Seperti diketahui, dunia pendidikan di Chili dewasa ini tumbuh menjadi bisnis yang menggurita.

Berdasarkan data Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), hampir 40 persen pembelanjaan biaya pendidikan bukan didanai oleh pemerintah, tapi dari rumah tangga.

Pemimpin mahasiswa, Gabriel Boric mengatakan, aksi protes digelar agar Presiden Chile Sebastian Pinera memberikan dana tambahan untuk biaya pendidikan.

Aksi demonstrasi yang dikawal lebih dari 25000 pasukan polisi, awalnya berlangsung dengan damai. Namun aksi berlangsung ricuh ketika beberapa mahasiswa terlibat bentrok dengan petugas polisi. Mereka membakar sebuah pos polisi. Aksi protes dalam jumlah yang lebih kecil juga terjadi di Valparaiso dan Concepcion.

"Kami akan akan membuat sejarah, kami mahasiswa tidak akan menyerah begitu saja. Pendidikan adalah hak masyarakat," ungkap pemimpin mahasiwa Boric seperti diberitakan dalam BBC.co.uk, Kamis (26/4/2012)

Hari itu juga, Pinera muncul dalam sebuah tayangan TV nasional, mengguraikan rincian reformasi pajak guna menambah USD700 juta untuk menambah biaya pendidikan.

"Dengan langkah ini kami berharap tidak ada lagi mahasiswa yang putus kuliah karena kekurangan dana di tengah jalan," ungkap Penera.

Selain itu, Pemerintah Chile juga telah mengusulkan langkah-langkah pengurangan bunga pinjaman untuk biaya pendidikan dari 6 persen menjadi 2 perssen.

Boric mengatakan, langkah yang diambil Presiden belum cukup memenuhi tuntutan pengunjuk rasa. "Pendidikan adalah hak setiap warga, bukan sebuah barang konsumsi," tegas Boric.
()
Berita Terkini
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
17 menit yang lalu
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
37 menit yang lalu
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
1 jam yang lalu
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
3 jam yang lalu
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
4 jam yang lalu
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
6 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved