Pemilu Myanmar demokratis, AS longgarkan sanksi

Kamis, 05 April 2012 - 15:58 WIB
Pemilu Myanmar demokratis,...
Pemilu Myanmar demokratis, AS longgarkan sanksi
A A A
Sindonews.com - Terbukti sukses menyelengarakan pemilu yang demokratis, Amerika Serikat (AS) akhirnya mengurangi sanksi keuangan dan investasi terhadap Myanmar.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton mengatakan bahwa AS mulai memberikan kelonggaran atas pelarangan ekspor jasa keuangan dan juga investasi. Dalam rangka mempercepat proses modernisasi dan juga reformasi politik di Myamar," ungkap Hillary seperti diberitakan dalam Jagran, Kamis (5/4/2012)

Pemilu adalah sebuah langkah penting bagi transformasi demokrasi di Myanmar. Pemerintah AS telah berkomitmen membantu Myanmar untuk terus melakukan perubahan agar menjadi lebih demokratis.

AS juga telah menghapuskan larangan sejumlah pejabat dan anggota parlemen Myanmar untuk mendapatkan visa kunjungan ke AS. Peningkatan hubungan antara AS dan Myanmar akan diperkuat, dalam waktu dekat AS akan mencalonkan seorang duta besar untuk Myanmar. Duta besar ini akan menjalankan misi kenegaraan USAID dan misi pembangunan dari UNDP.

Pemilu parlemen Myanmar diadakan pada Minggu 1 April. Pemimpin kelompok oposisi Aung San Suu Kyi memenangkan 43 dari 45 kursi yang tersedia di parlemen.
()
Berita Terkini
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
1 jam yang lalu
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
1 jam yang lalu
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
2 jam yang lalu
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
3 jam yang lalu
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
4 jam yang lalu
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
5 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved