China desak oposisi Suriah hentikan serangan
Jum'at, 30 Maret 2012 - 19:36 WIB
China desak oposisi Suriah hentikan serangan
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah China menyerukan kepada kelompok pemberontak Suriah agar berkomitmen menghentikan aksi penyerangan agar bisa segera memulai pembicaraan dengan pemerintah Suriah.
Sedangkan presiden Suriah Bashar Al-Assad bersedia mengikuti proposal perdamaian yang diajukan oleh utusan PBB Kofi Annan dan memulai perundingan dengan kelompok pemberontak jika oposisi terlebih dahulu menghentikan penyerangan.
“Kami menyerukan kepada pihak oposisi Suriah untuk segera merespon seruan pemerintah Suriah untuk segera meletakan senjata agar proses perundingan bisa dimulai” ungkap juru bicara kementrian Luar Negeri China, Hong Lei seperti diberitakan dalam The bellingham herald, Jumat (30/3/2012).
Sementara itu, kelompok oposisi Suriah bertindak sangat hati-hati merespon enam proposal perdamaian Kofi Annan. Mereka skeptis bahwa Assad akan mengimplementasikan semua proposal tersebut.
Mereka percaya bahwa ini mendamaikan hanya untuk sesaat setelah pemberontak meletakkan senjata, maka mereka akan kembali menghancurkan pemberontakan. Mereka juga mengatakan bahwa kelopok bersenjata tidak akan meletakan senjata sebelum pemerintah yang memulainya.
Sebelumnya, China dan Rusia telah dua kali memveto usulan resolusi PBB atas krisis yang terjadi di Suriah. Kedua belah pihak mengatakan bahwa mereka setuju dengan implementasi rencana pemrintah Suriah. Kedua negara juga menolak interfensi asing di Suriah.
Sementara, China dan Rusia menetang resolusi PBB karena menilai resolusi tersebut tidak adil. Dewan Keamanan PBB tidak melihat fakta di lapangan dan menyalahkan pemerintah aksi bentrok di Suriah tanpa mempertimbangkan keberadaan kelompok oposisi.
Berdasarkan data yang diperoleh dari PBB, jumlah korban tewas akibat bentrok selama setahun telah mencapai 9000 orang. (bro)
Sedangkan presiden Suriah Bashar Al-Assad bersedia mengikuti proposal perdamaian yang diajukan oleh utusan PBB Kofi Annan dan memulai perundingan dengan kelompok pemberontak jika oposisi terlebih dahulu menghentikan penyerangan.
“Kami menyerukan kepada pihak oposisi Suriah untuk segera merespon seruan pemerintah Suriah untuk segera meletakan senjata agar proses perundingan bisa dimulai” ungkap juru bicara kementrian Luar Negeri China, Hong Lei seperti diberitakan dalam The bellingham herald, Jumat (30/3/2012).
Sementara itu, kelompok oposisi Suriah bertindak sangat hati-hati merespon enam proposal perdamaian Kofi Annan. Mereka skeptis bahwa Assad akan mengimplementasikan semua proposal tersebut.
Mereka percaya bahwa ini mendamaikan hanya untuk sesaat setelah pemberontak meletakkan senjata, maka mereka akan kembali menghancurkan pemberontakan. Mereka juga mengatakan bahwa kelopok bersenjata tidak akan meletakan senjata sebelum pemerintah yang memulainya.
Sebelumnya, China dan Rusia telah dua kali memveto usulan resolusi PBB atas krisis yang terjadi di Suriah. Kedua belah pihak mengatakan bahwa mereka setuju dengan implementasi rencana pemrintah Suriah. Kedua negara juga menolak interfensi asing di Suriah.
Sementara, China dan Rusia menetang resolusi PBB karena menilai resolusi tersebut tidak adil. Dewan Keamanan PBB tidak melihat fakta di lapangan dan menyalahkan pemerintah aksi bentrok di Suriah tanpa mempertimbangkan keberadaan kelompok oposisi.
Berdasarkan data yang diperoleh dari PBB, jumlah korban tewas akibat bentrok selama setahun telah mencapai 9000 orang. (bro)
()