Putin deklarasikan kemenangan

Senin, 05 Maret 2012 - 10:24 WIB
Putin deklarasikan kemenangan
Putin deklarasikan kemenangan
A A A
Sindonews.com - Beberapa jam setelah Rusia menggelar pemilu, Perdana Menteri Rusia, Vladimir Putin kembali terpilih menjadi Presiden Rusia untuk ketiga kalinya. Dia mendeklarasikan kemenangannya setelah mengantongi 64 persen dari jumlah suara yang ada.

Sekitar 110.000 orang pendukung Putin berkumpul di Lapangan Manezhnaya di luar tembok Kremlin, Moskow menyaksikan Putin menyampaikan deklarasi kemenangannya. Dalam kesempatan tersebut kepada sejumlah pendukung yang hadir dia menyampaikan rasa terima kasih karena telah memberikan dukungan suara.

"Kita menang dalam penyelenggaraan pemilu yang adil dan terbuka," ungkap Putin, seperti dikutip dalam Rusia today, Senin (5/3/2012).

Putin mengatakan pemilu kali ini lebih dari sekedar pemilihan presiden, ini adalah sebuah tes kematangan rakyat Rusia secara politik apakah mereka benar-benar bebas.

Putin mengatakan kemenangannya adalah kekalahan bagi mereka yang berencana menghancurkan Rusia. Rakyat Rusia terbukti mampu membedakan antara kemajuan tentang sesuatu hal yang baru dan sebuah provokasi politik yang pada akhirnya hanya akan membawa Rusia pada kehancuran.

Sementara itu, hasil suara sementara yang disampaikan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rusia menunjukan Putin mendapatkan lebih dari 64 persen suara jumlah ini dinilai cukup untuk menduduki posisi pemenang, sementara saingan utamanya Gennady Zyuganov hanya memenangkan suara sekitar 17 persen, sementara tiga orang kandidat lain hanya memperoleh suara satu digit.

Di lokasi yang berbeda, Zyuganov kecewa dengan hasil pemilihan umum ini. "Pemilu ini tidak adil dan tidak layak," ungkap Zyuganov seperti dikutip dalam BBC.co.uk.

Zyuganov telah mengalami rentetan kekecewaan, ada kecurangan dalam pemilu anggota parlemen Rusia yang diadakan pada bulan Desember lalu, kecurangan dilakukan oleh United Russia Party.

Tuduhan kecurangan pemilu muncul walaupun pemerintah telah memasang sejumlah kamera pengawas dan menyebar tim pemantau di sejumlah tempat pemilihan suara. Sebuah organisasi pengamat mengatakan terdapat ribuan pelanggaran dalam pemilihan suara, dan sejumlah ledakan pemilih yang hadir di beberapa tempat.(azh)

()
Berita Terkini
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Pangkalan AS di Kuwait Hancur usai Serangan Iran
1 jam yang lalu
Dicecar Apakah Israel...
Dicecar Apakah Israel Memiliki Senjata Nuklir? Ini Jawaban Menlu AS Marco Rubio
1 jam yang lalu
Selain Memaki, Trump...
Selain Memaki, Trump Juga Disebut Ancam Netanyahu via Istrinya atas Rencana Israel di Lebanon
2 jam yang lalu
AS Bohong, Kapal Induk...
AS Bohong, Kapal Induk Gerald R Ford Ternyata Rusak Parah saat Perang Lawan Iran, Ini Buktinya!
2 jam yang lalu
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
3 jam yang lalu
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
3 jam yang lalu
Infografis
Daftar 5 Presiden Terkaya...
Daftar 5 Presiden Terkaya di Dunia, Nomor 1 Vladimir Putin
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved