AS batal beli Drone Global Hawk

Selasa, 14 Februari 2012 - 20:16 WIB
AS batal beli Drone...
AS batal beli Drone Global Hawk
A A A
Sindonews.com - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) membatalkan rencana untuk menonaktifkan pesawat pengintai U2, walaupun sudah tua pesawat ini diyakini masih dapat beroperasi sampai 2025.

Pemerintah AS menilai bahwa pesawat pengintai U2 terlalu mahal dan tidak lebih efektif dari pada pesawat yang ada.

U2 pertama kali mengudara pada tahun 1956 di atas negara Uni Soviet. Saat ini U2 beroperasi di Afganistan. Pesawat yang memiliki nama lain Dragon Lady mampu terbang setinggi 70.000 meter.

Pesawat ini juga dapat melakukan misi pengintaian pada waktu siang atau malam, dan dalam semua keadaan cuaca. Pesawat ini juga digunakan untuk penyelidikan dan mengesahkan data satelit, menguping pembicaraan wawancara.

Rencananya, pesawat ini akan digantikan dengan Drone Global Hawk. Namun gambar-gambar yang dihasilkan oleh pesawat ini tidak lebih baik dari gambar yang ditangkap oleh Dragon Lady yang usianya sudah sangat tua. AS terpaksa membatalkan rencana pembelian 30 Drone Global Hawk pada tahun 2013.(azh)
()
Berita Terkini
Kerusuhan Pecah di Italia...
Kerusuhan Pecah di Italia setelah Pria Maroko Dibunuh Polisi secara Brutal
48 menit yang lalu
Trump: Pasukan AS Segera...
Trump: Pasukan AS Segera Serang Lokasi Gunung Pickaxe Iran dengan Sangat Hebat
1 jam yang lalu
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
3 jam yang lalu
Iran Lebih Suka Bombardir...
Iran Lebih Suka Bombardir Negara-negara Arab Dibandingkan Kapal Induk AS, Ini 5 Alasannya
4 jam yang lalu
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
6 jam yang lalu
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
9 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved