UE tak dibentuk untuk hadapi krisis

Jum'at, 10 Februari 2012 - 10:08 WIB
UE tak dibentuk untuk...
UE tak dibentuk untuk hadapi krisis
A A A
Sindonews.com - Negara yang bertahan dari badai krisis akan lebih kuat dalam menghadapi beberapa masalah struktural. Italia melihat, permasalah struktural yang dimaksud akan datang jika ada negara baru di Uni Eropa yang masuk menjadi anggota.

Perdana Menteri baru Italia, Mario Monti mengatakan beberapa masalah struktral diprediksikan akan datang jika Uni Eropa (UE) mengizinkan negara baru masuk menjadi anggota.

Kebijakan ini telah lama disimpan selama-betahun-tahun di Brussels, saat ini kebijakan tersebut maju dengan cepatnya, dan saat ini UE menunjukkan koordinasi yang lebih besar dalam kebijakan anggarannya.

"UE tidak dibentuk untuk mengelola krisis, dan saya percaya kita akan melihat perkembangan terbaru dari lembaga ini," ungkap Monti seperti dikutip dalam Fox news Kamis (9/2/2012).

Ditemui para wartawan menjelang pertemuan kenegaraan bersama Presiden Amerika Serikat Barack Obama di Peterson Institute for International Economics di Washington, Monti mengatakan dia dapat membayangkan bahwa UE akan berkembang selama beberapa tahun ke depan.

"Saya dapat membayangkan kawasan UE akan memiliki komposisi keanggotaan yang lebih besar dari saat ini. Saya tidak melihat ada negara yang keluar, saya melihat negara-negara akan masuk menjadi anggota," tambahnya.

Mantan PM Italia Berlusconi berusaha memperbaiki krisis utang yang terjadi di Italia. Para profesor ekonomi dan mantan komisaris pengaduan UE dengan segera mengambil langkah-langkah penghematan dan melakukan reformasi kebijakan atas aturan-aturan yang telah berlaku selama beberapa dekade.

Dalam kunjungannya yang pertama kalinya ke AS, Monti juga mengatakan orang Italia harus berkorban. Namun dia menghadapi kesulitan menangani para supir taxi, apoteker, sopir truk dan berbagai sektor lain, dimana ia mencoba melakukan liberalisasi kebijakan. Namun, apa yang ia usahakan mendapat perlawanan.

Kelompok usaha kecil di Italia telah menahan krisis di negara ini dengan melakukan pemblokiran persaingan, dengan tetap menjaga jam kerja lebih singkat dan tidak melakukan hal yang tidak efisien dalam bisnis.(azh)
()
Berita Terkini
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
37 menit yang lalu
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
1 jam yang lalu
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
2 jam yang lalu
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
3 jam yang lalu
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
4 jam yang lalu
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
4 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved