Mesir kembali ricuh, 3 orang tewas
Sabtu, 04 Februari 2012 - 11:05 WIB
Mesir kembali ricuh, 3 orang tewas
A
A
A
Sindonews.com - Belum kering air mata duka warga Mesir setelah aksi bentrok terjadi di stadion Port Said, Mesir, sebuah aksi unjuk rasa kembali memakan korban jiwa di Mesir.
Rakyat Mesir yang marah akibat aksi kerusuhan yang merenggut nyawa 74 orang di stadion Port Said pada hari Rabu lalu, melakukan aksi unjuk rasa di luar gedung Kementerian Dalam Negeri Mesir di Kairo pada hari Kamis kemarin.
Namun aksi demonstrasi tersebut berakhir ricuh, tiga orang dinyatakan tewas. Sementara sekitar 1.500 pengunjuk rasa terluka setelah bentrok dengan polisi antihuru-hara di Ibu Kota Mesir.
Ribuan massa ini pada awalnya berencana mengelar doa bersama di alun-alun Kota Tahrir sekitar gedung Kementerian Dalam Negeri Mesir atas kematian para korban di stadion sepak bola tersebut.
Aksi doa tiba-tiba menjadi ricuh ketika massa dilempari batu, kemudian aksi saling serang antara demonstran dan polisi tiba-tiba terjadi. Polisi mencoba menghentikan kerusuhan dengan menyemprotkan gas air mata untuk mencegah aksi demonstrasi menjadi hari kedua yang lebih mematikan.
Ratusan orang terluka akibat disemprot gas air mata, dua orang dinyatakan tewas. Sementara seorang perwira polisi antihuru-hara tewas ketika dia tak sengaja tertabrak oleh kendaraan pengendalian kerusuhan dalam jarak dekat.
"Total jumlah korban cedera pada aksi ini mencapai 1.482,” seperti dirilis Kementerian Mesir, dikutip dalam ABCnews, Sabtu (4/2/2012).
Salah seorang dari korban dari Koalisi Pemuda Maspero, sebuah kelompok prodemokrasi mengatakan, salah seorang anggotanya kehilangan sebelah matanya akibat aksi bentrok ini.
Selama aksi ini terjadi para demonstran yang mengunakan topeng memotong kawat berduri dan menyalakan api di tengah Jalan Mansur Street yang mengarah ke kantor kementrian. Nampak pula batu-batu beterbangan dari segala penjuru.
Sementara itu di lokasi lain, para pengunjuk rasa menuju ke parlemen, mereka berangkat dari masjid di ibu kota setelah salat dzuhur. Mereka meneriakkan kata-kata mundur bagi penguasa militer yang naik setelah menggantikan presiden Hosni Mubarak.
Rakyat Mesir yang marah akibat aksi kerusuhan yang merenggut nyawa 74 orang di stadion Port Said pada hari Rabu lalu, melakukan aksi unjuk rasa di luar gedung Kementerian Dalam Negeri Mesir di Kairo pada hari Kamis kemarin.
Namun aksi demonstrasi tersebut berakhir ricuh, tiga orang dinyatakan tewas. Sementara sekitar 1.500 pengunjuk rasa terluka setelah bentrok dengan polisi antihuru-hara di Ibu Kota Mesir.
Ribuan massa ini pada awalnya berencana mengelar doa bersama di alun-alun Kota Tahrir sekitar gedung Kementerian Dalam Negeri Mesir atas kematian para korban di stadion sepak bola tersebut.
Aksi doa tiba-tiba menjadi ricuh ketika massa dilempari batu, kemudian aksi saling serang antara demonstran dan polisi tiba-tiba terjadi. Polisi mencoba menghentikan kerusuhan dengan menyemprotkan gas air mata untuk mencegah aksi demonstrasi menjadi hari kedua yang lebih mematikan.
Ratusan orang terluka akibat disemprot gas air mata, dua orang dinyatakan tewas. Sementara seorang perwira polisi antihuru-hara tewas ketika dia tak sengaja tertabrak oleh kendaraan pengendalian kerusuhan dalam jarak dekat.
"Total jumlah korban cedera pada aksi ini mencapai 1.482,” seperti dirilis Kementerian Mesir, dikutip dalam ABCnews, Sabtu (4/2/2012).
Salah seorang dari korban dari Koalisi Pemuda Maspero, sebuah kelompok prodemokrasi mengatakan, salah seorang anggotanya kehilangan sebelah matanya akibat aksi bentrok ini.
Selama aksi ini terjadi para demonstran yang mengunakan topeng memotong kawat berduri dan menyalakan api di tengah Jalan Mansur Street yang mengarah ke kantor kementrian. Nampak pula batu-batu beterbangan dari segala penjuru.
Sementara itu di lokasi lain, para pengunjuk rasa menuju ke parlemen, mereka berangkat dari masjid di ibu kota setelah salat dzuhur. Mereka meneriakkan kata-kata mundur bagi penguasa militer yang naik setelah menggantikan presiden Hosni Mubarak.
()