Iran siap berunding dengan 6 negara
Kamis, 19 Januari 2012 - 12:57 WIB
Iran siap berunding dengan 6 negara
A
A
A
Sindonews.com – Iran menyatakan siap untuk melanjutkan pembicaraan terkait program nuklirnya. Rencananya, Iran akan melakukan pembahasan tersebut dengan enam negara.
Duta besar Iran untuk Rusia, Seyyed Mahmoud Reza Sajjadi mengatakan bahwa, Iran siap melanjutkan pembicaraan membahas program nuklirnya dengan enam negara di Turki. Enam negara tersebut antara lain, perwakilan diplomatik dari Amerika Serikat (AS), Cina, Rusia, Inggris, Perancis dan Jerman.
"Sejak Turki menyatakan kesiapannya, kami telah menyetujui bahwa pembahasan ini akan berlangsung di Turki, mengenai waktunya kami masih menunggu konfirmasi dari Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Catherine Aston," ungkap Seyyed seperti dikutip dalam Chinadaily Kamis (19/1/2012)
Seyyed juga mengatakan bahwa sebelumnya Menteri luar negeri Iran juga telah mengadakan pembicaraan informal dengan Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Catherine Ashton di Bonn, Jerman pada Desember 2011.
Ia juga tidak percaya bahwa keputusan embargo minyak yang akan dilaksanakan Uni Eropa pada 30 Januari 2012 mendatang akan memperburuk kondisi keuangan negara Uni Eropa. Memang kondisi keuangan Uni Eropa masih belum pulih dari krisis ekonomi.
Dalam pernyataanya ia juga menambahkan bahwa Menteri dalam negeri Iran akan tiba di Moskow pada Minggu untuk membahas program pengayaan nuklir Iran dengan menteri luar negeri Rusia. Kunjungan kerja menteri dalam negeri Iran akan berlangsung selama tiga hari.
Sebelumnya, Posisi AS dan Uni Eropa (UE) semakin kuat saat melihat bahwa sanksi ekonomi yang diterapkan kepada Iran sangat efektif. Pada 5 Januari UE secara prinsipil telah menyetujui untuk melakukan embargo terhadap produksi minyak Iran pada akhir bulan ini.(azh)
Duta besar Iran untuk Rusia, Seyyed Mahmoud Reza Sajjadi mengatakan bahwa, Iran siap melanjutkan pembicaraan membahas program nuklirnya dengan enam negara di Turki. Enam negara tersebut antara lain, perwakilan diplomatik dari Amerika Serikat (AS), Cina, Rusia, Inggris, Perancis dan Jerman.
"Sejak Turki menyatakan kesiapannya, kami telah menyetujui bahwa pembahasan ini akan berlangsung di Turki, mengenai waktunya kami masih menunggu konfirmasi dari Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Catherine Aston," ungkap Seyyed seperti dikutip dalam Chinadaily Kamis (19/1/2012)
Seyyed juga mengatakan bahwa sebelumnya Menteri luar negeri Iran juga telah mengadakan pembicaraan informal dengan Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Catherine Ashton di Bonn, Jerman pada Desember 2011.
Ia juga tidak percaya bahwa keputusan embargo minyak yang akan dilaksanakan Uni Eropa pada 30 Januari 2012 mendatang akan memperburuk kondisi keuangan negara Uni Eropa. Memang kondisi keuangan Uni Eropa masih belum pulih dari krisis ekonomi.
Dalam pernyataanya ia juga menambahkan bahwa Menteri dalam negeri Iran akan tiba di Moskow pada Minggu untuk membahas program pengayaan nuklir Iran dengan menteri luar negeri Rusia. Kunjungan kerja menteri dalam negeri Iran akan berlangsung selama tiga hari.
Sebelumnya, Posisi AS dan Uni Eropa (UE) semakin kuat saat melihat bahwa sanksi ekonomi yang diterapkan kepada Iran sangat efektif. Pada 5 Januari UE secara prinsipil telah menyetujui untuk melakukan embargo terhadap produksi minyak Iran pada akhir bulan ini.(azh)
()