Sebut COVID-19 Upaya Musnahkan Umat Muslim, Legislator India Dicokok Polisi

Selasa, 07 April 2020 - 16:05 WIB
Sebut COVID-19 Upaya...
Sebut COVID-19 Upaya Musnahkan Umat Muslim, Legislator India Dicokok Polisi
A A A
NEW DELHI - Pemerintah India menindak tegas para pelaku yang menyebarkan berita bohong alias hoaks di tengah pandemi virus Corona. Seperti yang terjadi di negara bagian timur laut Assam, di mana polisi menangkap seorang legislator, Aminul Islam.

Pemimpin Front Demokratik Bersatu Seluruh India itu diduga membuat pernyataan "provokatif, komunal, dan salah" yang mengatakan ada konspirasi yang sedang berlangsung untuk melenyapkan umat Islam dengan kedok COVID-19.

Pihak kepolisian Assam menuduh Aminul Islam berusaha mengomunikasikan upaya pemerintah untuk mengatasi krisis COVID-19. Polisi secara resmi menangkapnya setelah lebih dari 12 jam diinterogasi dan menemukan bukti yang cukup di kediamannya di Nagaon.

Terlepas dari bukti dari laboratorium penelitian medis puncak negara itu terhadap kelompok Islam Tabligh Jamaat tentang penyebaran pandemi di seluruh negeri, legislator itu menyatakan: “Tidak seorang pun dari Nizamuddin Markaz yang dinyatakan positif mengidap coronavirus. Hanya satu orang yang mati karena penyakit lain," kata Islam seperti dikutip dari Sputnik, Selasa (7/4/2020).

Dalam sebuah pesan video, Islam juga menuduh bahwa Muslim telah menjadi sasaran dan disiksa di berbagai kamp yang didirikan oleh pemerintah negara bagian yang menawarkan fasilitas karantina.

Langkah ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah kasus COVID-19 di negara itu, di mana kebanyakan dari mereka dari Jamaat Tabligh (26 dari 27 di negara bagian).

Pemerintah India kini telah mengeluarkan peringatan kepada orang-orang yang mengunjungi Markas Jamaat Tabligh di Nizamuddin, New Delhi dan gagal menyatakan diri mereka bebas virus Corona. Pemerintah mengatakan bahwa para peserta akan dikenakan dakwaan berdasarkan Undang-Undang Manajemen Bencana (DMA).

Menyusul laporan kasus yang terkait dengan pertemuan Jamaat Tabligh, masyarakat mulai menargetkan umat Muslim karena diduga menyebarkan COVID-19 di negara tersebut. Pemimpin organisasi budaya Hindu Rashtriya Swayamsewak Sangh juga menyalahkan kepemimpinan Jamaat Tabligh karena memimpin acara keagamaan itu.

Awal bulan ini, Kementerian Informasi dan Teknologi India mengirimkan surat kepada raksasa jejaring sosial global seperti Facebook, TikTok, dan yang lainnya untuk menghapus konten provokatif yang mempunyai efek langsung dari platform mereka.

Kementerian Dalam Negeri India telah memantau konten platform populer untuk menekan berita palsu selama pandemi, di mana negara itu telah kehilangan 114 nyawa. Sejauh ini ada lebih dari 4.000 kasus virus Corona aktif di India.
(ian)
Berita Terkait
Pandemi Virus Corona...
Pandemi Virus Corona Mengganas, India Perpanjang Lockdown
UNICEF: Virus Corona...
UNICEF: Virus Corona Menyebar Seperti 'Api' di India
Istana Kepresidenan...
Istana Kepresidenan India Jadi Tempat Karantina
Puluhan Jamaah Tabligh...
Puluhan Jamaah Tabligh Indonesia Tersangkut Masalah Hukum di India
Virus Corona Asal India...
Virus Corona Asal India Masuk Jakarta, 19 Orang Terpapar
Tsunami COVID India:...
'Tsunami' COVID India: Tuhan Tolong Kami, Tuhan Tolong India
Berita Terkini
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jermah Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
54 menit yang lalu
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
1 jam yang lalu
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
2 jam yang lalu
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
3 jam yang lalu
4 Fakta Film Odyssey...
4 Fakta Film Odyssey yang Picu Ketegangan, dari Isu Kulit Hitam hingga Transgender
3 jam yang lalu
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
4 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Eropa dengan...
5 Negara Eropa dengan Pertumbuhan Umat Muslim Tertinggi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved