Perangi Virus Corona, PM Irlandia Kerja Lagi sebagai Dokter

Senin, 06 April 2020 - 11:37 WIB
Perangi Virus Corona,...
Perangi Virus Corona, PM Irlandia Kerja Lagi sebagai Dokter
A A A
DUBLIN - Perdana Menteri (PM) Irlandia, Taoiseach Leo Varadkar, kembali bekerja sebagai dokter untuk bergabung dengan tim medis dalam perang melawan pandemi virus corona baru, COVID-19. Sebelum jadi politisi, dia berprofesi sebagai dokter selama tujuh tahun.

Varadkar mengisi satu shift seminggu dalam kontribusinya sebagai dokter untuk upaya nasional memerangi pandemi COVID-19.

"Banyak keluarga dan teman-temannya bekerja di pelayanan kesehatan. Dia ingin membantu bahkan dengan cara yang kecil," kata seorang juru bicara PM Irlandia, seperti dikutip Daily Mirror, Senin (6/4/2020).

Varadkar meninggalkan profesi dokter pada 2013 ketika dia memutuskan terjun ke politik. Namun, dia sebelumnya sudah menggeluti profesi dokter selama tujuh tahun.

Menurut laporan Irish Times, Varadkar mendaftar ulang sebagai dokter pada bulan Maret ketika pandemi COVID-19 muncul. Dia berniat untuk bekerja di Eksekutif Layanan Kesehatan (HSE) Irlandia setiap minggu di ranah yang sesuai dengan kualifikasinya.

PM Varadkar berasal dari keluarga medis. Dia adalah putra seorang dokter dan seorang perawat. Dua saudara perempuan dan suami mereka semua bekerja dalam perawatan kesehatan.

Irlandia bertujuan untuk hampir dua kali lipat tes virus corona menjadi 4.500 sehari. Rencana ini muncul ketika Menteri Kesehatan Simon Harris menggambar negara tersebut akan mengalami "minggu yang sangat penting" dalam menghadapi pandemi COVID-19.

Pada hari Minggu, 21 kematian baru akibat COVID-19 di laporkan Irlandia, sehingga jumlah kematian secara keseluruhan menjadi 158 orang. Selain itu, negara itu melaporkan 390 kasus baru infeksi COVID-19, sehingga jumlah total orang yang terinfeksi menjadi 4.994 orang.

Irlandia bertujuan untuk hampir dua kali lipat pengujian virus corona menjadi 4.500 sehari.

Kepala Eksekutif Layanan Kesehatan Paul Reid membuat pengumuman pada hari Minggu bahwa 4.500 tes virus corona akan dilakukan setiap haru, Namunm dia memperingatkan bahwa pasokan bahan kimia untuk reagen tes tetap menjadi tantangan di seluruh dunia yang signifikan.

Dia mengungkapkan bahwa karena peningkatan kapasitas laboratorium, tes akan meningkat dari rata-rata 2.500 menjadi 4.500 sehari. Skala tes turun menjadi 1.500 sehari akhir pekan lalu karena masalah dengan ketersediaan reagen tes.

Reid mengatakan bahwa laboratorium Jerman sekarang sedang menyelesaikan 2.000 tes per hari untuk Irlandia, tetapi HSE masih mencari solusi dari negara Uni Eropa lainnya.
(mas)
Berita Terkait
Terungkap, China Sempat...
Terungkap, China Sempat Tunda Rilis Informasi Virus Corona
China Tidak Undang WHO...
China 'Tidak Undang' WHO Gabung dalam Investigasi COVID-19
WHO Tunggu Undangan...
WHO Tunggu Undangan China untuk Gabung Dalam Investigasi Covid-19
Laporan CIA: China Coba...
Laporan CIA: China Coba Cegah WHO Umumkan Darurat Kesehatan Global
Usut Asal-usul Virus...
Usut Asal-usul Virus Corona, Tim Penyelidik WHO Tiba di Wuhan
Peringatan WHO: Virus...
Peringatan WHO: Virus Corona Tidak Akan Pernah Punah
Berita Terkini
Ini Bukti Baru Kegagalan...
Ini Bukti Baru Kegagalan Invasi AS! Fasilitas Rudal Bawah Tanah Iran Dibuka Kembali
19 menit yang lalu
PM Ceko Sebut Uni Eropa...
PM Ceko Sebut Uni Eropa Mengikuti Jejak Kemunduran Kekaisaran Romawi, Ini 3 Alasannya
2 jam yang lalu
4 Fakta Kemarahan Malaysia...
4 Fakta Kemarahan Malaysia atas Pembatalan Kesepakatan Pembelian Rudal dengan Norwegia
3 jam yang lalu
Hacker Handala Retas...
Hacker Handala Retas 2 Juta Dokumen Rahasia dari Pusat Holocaust Israel
7 jam yang lalu
Negara Tetangga Indonesia...
Negara Tetangga Indonesia Ini dan Sekutunya Kembangkan Drone Bawah Laut
8 jam yang lalu
3 Alasan AL IRGC Mengendalikan...
3 Alasan AL IRGC Mengendalikan Lalu Lintas Selat Hormuz dengan Wewenang Penuh
9 jam yang lalu
Infografis
Puluhan Ribu Dokter...
Puluhan Ribu Dokter Muda di Inggris Mogok Kerja 3 Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved