Kapten Pengungkap Wabah Corona di Kapal Induk AS Banjir Dukungan

Sabtu, 04 April 2020 - 15:43 WIB
Kapten Pengungkap Wabah...
Kapten Pengungkap Wabah Corona di Kapal Induk AS Banjir Dukungan
A A A
WASHINGTON - Lebih dari 120.000 orang telah menandatangani petisi yang menyerukan Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mengembalikan Brett Crozier menjadi kapten kapal induk bertenaga nuklir USS Theodore Roosevelt.

Kapten Crozier telah dipecat setelah suratnya yang mengungkap virus corona baru (COVID-19) mewabah di kapal induk bocor ke media. Surat itu sejatinya ditujukan kepada para petinggi Angkatan Laut, di mana dia meminta tolong agar 5.000 pelaut dievakuasi karena banyak yang terinfeksi.

Tak jelas siapa yang membocorkan surat Crozier kepada San Francisco Chronicle. Namun, Angkatan Laut AS menyimpulkan sang kapten melakukan pelanggaran dan akhirnya dibebastugaskan.

Pentagon dan para jenderal Amerika mendukung pemecatan tersebut. Sebaliknya, para pelaut di kapal induk USS Theodore Roosevelt mendukung Crozier karena suratnya telah menyelamatkan mereka.

Dukungan luar biasa kini bermunculan dari publik Amerika. Sebanyak 123.000 orang sudah menandatangani petisi online di Change.org yang menyerukan Angkatan Laut mengembalikan jabatan Crozier. Jumlah penandatangan petisi hingga saat ini (4/4/2020) terus bertambah mendekati 150.000 orang.

"Tindakannya mungkin menyelamatkan banyak nyawa," bunyi petisi online tersebut, seperti dikutip Reuters.

"Meskipun dia dipecat, rencananya untuk mengevakuasi anggota kru dengan aman masih dilaksanakan. Dia adalah pahlawan yang harus dihargai," lanjut petisi tersebut.

Pemecatan Crozier, yang pertama kali dilaporkan oleh Reuters, diumumkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Angkatan Laut AS Thomas Modly. Dia mengatakan perwira senior kapal bertenaga nuklir yang terdiri dari 5.000 anggota awak telah melakukan penilaian buruk dalam cara ia "secara luas" mendistribusikan suratnya.

Crozier dipuji sebagai pahlawan oleh para pelaut ketika meninggalkan kapal. Modly mengatakan dia dibebastugaskan, sementara penyelidik mempertimbangkan apakah dia harus menghadapi tuduhan indisipliner.
(mas)
Berita Terkait
Pertama Kali, COVID-19...
Pertama Kali, COVID-19 Renggut Pelaut Kapal Induk Nuklir AS
686 Awak Kapal Induk...
686 Awak Kapal Induk Nuklir Prancis Terinfeksi COVID-19
Lagi, Kapal Perang AS...
Lagi, Kapal Perang AS Jadi Korban Keganasan Virus Corona
Kru Kapal Induk Theodore...
Kru Kapal Induk Theodore Roosevelt Positif COVID-19 Jadi 585 Orang
Kapal Induk Prancis...
Kapal Induk Prancis Lumpuh, 1.000 Pelaut Lebih Terinfeksi COVID-19
Virus Corona Kembali...
Virus Corona Kembali Bobol Kapal Induk Nuklir AS
Berita Terkini
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
21 menit yang lalu
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
1 jam yang lalu
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
2 jam yang lalu
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
2 jam yang lalu
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
3 jam yang lalu
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
4 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved