Dokter Whistleblower Corona di Wuhan Hilang usai Bicara dengan Media

Kamis, 02 April 2020 - 01:29 WIB
Dokter Whistleblower...
Dokter Whistleblower Corona di Wuhan Hilang usai Bicara dengan Media
A A A
WUHAN - Seorang dokter China, salah satu tenaga medis yang pertama kali memperingatkan orang lain tentang penyebaran virus corona COVID-19, di Wuhan telah hilang misterius.

Dokter whistleblower virus corona yang tiba-tiba hilang itu bernama Ai Fen. Jejaknya tak diketahui setelah dia melakukan wawancara dengan media beberapa pekan lalu terkait awal mula munculnya wabah COVID-19. Hal itu memicu kekhawatiran bahwa dia telah ditahan oleh pihak berwenang China.

"Hanya dua minggu lalu kepala Darurat di Rumah Sakit Pusat Wuhan mengumumkan kepada publik, mengatakan pihak berwenang telah menghentikannya dan rekan-rekannya untuk memperingatkan dunia," bunyi laporan investigasi 60 Minutes yang berbasis di Australia pada hari Minggu, yang dilansir Daily Mirror, Rabu (1/4/2020).

"Dia sekarang menghilang, keberadaannya tidak diketahui," lanjut laporan media tersebut yang kemudian men-tweet-kan foto-foto dokter Ai.

Dokter Ai sebelumnya mendapat teguran keras setelah mengirim informasi tentang tahap awal wabah ke sekelompok dokter.

Dia menulis tentang keprihatinannya dalam esai yang sekarang sudah dihapus. Esai itu sempat diterbitkan di majalah People (Renwu) China.

Laporan investigasi media Australia dengan judul "The one who supplied the whistle" menggambarkan bagaimana dokter Ai telah dibungkam oleh bosnya setelah dia mengambil foto hasil tes pasien dan melingkari kata-kata "SARS coronavirus" dengan warna merah.

Kekhawatiran atas keberadaannya sekarang bermunculan ketika lockdown kota Wuhan secara bertahap dicabut dan orang-orang didesak untuk kembali bekerja.

Dokter whistleblower COVID-19 lain di Wuhan, Li Wenliang, 34, telah meninggal setelah tertular virus tersebut dari pasien yang dia rawat. Li bagian dari delapan orang yang berbagi sempat foto dengan dokter Ai.

Li pernah ditegur oleh polisi China dan dituduh menyebarkan "berita palsu" karena memperingatkan publik tentang penyakit SARS di pasar seafood Wuhan melalui media sosial.

Tiga dokter lain yang bekerja bersama Li juga meninggal karena COVID-19 setelah tertular virus tersebut.
(mas)
Berita Terkait
Sebelum di Wuhan, Virus...
Sebelum di Wuhan, Virus Corona Ditemukan di Barcelona Maret 2019
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Laboratorium Virus Wuhan...
Laboratorium Virus Wuhan Punya 3 Jenis Virus Corona
Terungkap, China Sempat...
Terungkap, China Sempat Tunda Rilis Informasi Virus Corona
Wabah Virus Corona di...
Wabah Virus Corona di Wuhan Diduga Terjadi Awal Agustus
China Temukan Virus...
China Temukan Virus Corona Baru pada Makanan Laut Beku
Berita Terkini
4 Bulan setelah Deklarasikan...
4 Bulan setelah Deklarasikan Darurat Militer, Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol yang Dimakzulkan Akhirnya Dicopot
4 menit yang lalu
Siapa Yuri Napso? Anggota...
Siapa Yuri Napso? Anggota Parlemen Rusia Dipecat setelah Membolos Kerja selama 200 Hari Tanpa Alasan
42 menit yang lalu
Pihak Ketiga Berusaha...
Pihak Ketiga Berusaha Gagalkan Perundingan AS-Rusia, Siapa Mereka?
1 jam yang lalu
Trump Pilih Kasih, Mengapa...
Trump Pilih Kasih, Mengapa AS Tidak Kenakan Perang Tarif kepada Rusia?
3 jam yang lalu
Siapa Sultan Qaboos?...
Siapa Sultan Qaboos? Penguasa Oman yang Berkuasa 50 Tahun setelah Menggulingkan Ayahnya dalam Kudeta Istana
4 jam yang lalu
Denmark dan Greenland...
Denmark dan Greenland Bentuk Front Perlawanan untuk Melawan AS
4 jam yang lalu
Infografis
Kota dengan Durasi Puasa...
Kota dengan Durasi Puasa Ramadan Terlama dan Tersingkat di Dunia
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved