Empat Orang Tewas Akibat Corona, Kapal Pesiar Telantar Dekat Floria

Rabu, 01 April 2020 - 08:35 WIB
Empat Orang Tewas Akibat...
Empat Orang Tewas Akibat Corona, Kapal Pesiar Telantar Dekat Floria
A A A
FLORIDA - Nasib kapal pesiar MS Zaandam semakin tak menentu sejak kasus virus corona terkonfirmasi di atas kapal tersebut.

Gubernur Florida dengan tegas menyatakan tak ingin para penumpang sakit “dibuang” di negara bagian Amerika Serikat (AS) itu.

MS Zaandam yang dimiliki Holland America Line itu diperbolehkan melintasi Terusan Panama pada Minggu (30/3). Kini kapal itu terlantar di pantai Pasifik Panama setelah perusahaan mengumumkan kapal itu memiliki kasus virus corona dan empat penumpangnya tewas.

Presiden Holland America Line Orlando Ashford meminta otoritas mengizinkan penumpang dan awak untuk turun dari kapal itu karena situasinya yang memprihatinkan.

Para penumpang Zaandam yang telah diperiksa mencapai hampir dua per tiga. Kini mereka dipindah ke kapal lain, Rotterdam, sebelum transit di terusan. Kedua kapal sekarang berlajar menuju Fort Lauderdale tapi masih belum jelas siapa yang akan diizinkan turun di Florida yang kini juga terjangkit wabah corona.

“Kami tidak bisa memiliki orang yang bahkan bukan warga Florida dibuang di Florida Selatan menggunakan sumber daya bernilai itu,” ujar Gubernur Florida Ron DeSantis menyebut fasilitas medis dan kapasitas rumah sakit di negara bagian Amerika Serikat itu.

DeSantis menyatakan solusi terbaik adalah mengirim bantuan medis ke Zaandam.

Namun dalam blog yang diposting di website Holland America, Ashford meminta otoritas menunjukkan kasih sayang.

“Kami menghadapi sindrom ‘bukan masalah saya’. Komunitas internasional yang biasanya murah hati dan membantu dalam menghadapi penderitaan manusia, menutup diri pada Zaandam,” ujar Ashford.

“Hingga Senin (31/3), 76 tamu dan 117 kru di Zaandam memiliki penyakit mirip influenza, termasuk delapan orang yang dites positif corona,” papar Ashford.

Holland America menyatakan masih merinci di mana dan kapan para penumpang akan turun dan telah menghubungi sejumlah kedutaan besar dan pemerintah.

Parlemen Florida buntu terkait apakah pemerintah akan mengizinkan Zaandam berlabuh, dengan beberapa pejabat meminta lebih banyak informasi sebelum membuat keputusan.

Sebelum para penumpang dipindah ke kapal lain, para penumpang Zaandam menyatakan ada lebih dari 200 warga Inggris, serta warga Amerika Serikat, Kanada, Australia, Jerman, Italia, Prancis, Spanyol, Belanda dan Selandia Baru.

“Salah satu dari empat orang yang tewas adalah warga Belanda,” ungkap pernyataan pemerintah Belanda.

Holland America menyatakan Rotterdam pada Minggu (30/3) memiliki 797 tamu dan 645 kru di kabin, dengan 446 tamu dan 602 kru di Zaandam.
(sfn)
Berita Terkait
Laboratorium Virus Wuhan...
Laboratorium Virus Wuhan Punya 3 Jenis Virus Corona
Ahli Virus Prancis:...
Ahli Virus Prancis: Virus Corona Bukan Produk Alam
Cerita Dokter China...
Cerita Dokter China yang Temukan Virus Corona di Wuhan
Terungkap, AS Danai...
Terungkap, AS Danai Penelitian Virus Corona di Wuhan
Viral, Vlogger China...
Viral, Vlogger China Curiga Virus Corona Dibawa AS ke Wuhan
Ilmuwan Laboratorium...
Ilmuwan Laboratorium Wuhan Sebut Covid-19 Virus Buatan Manusia yang Didanai AS
Berita Terkini
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
19 menit yang lalu
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
52 menit yang lalu
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
1 jam yang lalu
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
2 jam yang lalu
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
3 jam yang lalu
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
3 jam yang lalu
Infografis
125 Juta Orang Dapat...
125 Juta Orang Dapat Binasa Akibat Perang Nuklir India-Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved