Kasus Corona Mencapai Setengah Juta Orang, Peralatan Pelindung Kurang

Sabtu, 28 Maret 2020 - 06:01 WIB
Kasus Corona Mencapai...
Kasus Corona Mencapai Setengah Juta Orang, Peralatan Pelindung Kurang
A A A
JENEWA - Virus corona telah menginfeksi lebih dari setengah juta orang dan menewaskan 20.000 orang di penjuru dunia.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menyerukan peralatan pelindung untuk para petugas medis yang bekerja menyelamatkan nyawa.

Dia meminta berbagai negara menahan diri menggunakan obat yang tidak terbukti efektif mengatasi Covid-19, penyakit akibat virus corona itu.

“Kekurangan global kronis untuk peralatan pelindung diri sekarang menjadi sala hsatu ancaman paling penting pada kemampuan kolektif kita untuk menyelamatkan nyawa,” kata Tedros di Jenewa.

“Petugas kesehatan di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah membutuhkan perlindungan yang sama pada mereka yang ada di negara-negara kaya,” papar dia.

“Warga lanjut usia (lansia) dan mereka yang memiliki kondisi medis kronis mengalami dampak terburuk wabah itu, namun 10 hingga 15% orang usia di bawah 50 tahun akan memiliki infeksi sedang hingga parah,” ungkap Dr Mike Ryan, pakar darurat WHO.

Ditanya tentang laporan infeksi pada orang muda, Ryan menjelaskan, “Bagi sebagian besar orang itu infeksi sangat ringan, sebagian besar orang muda. Tapi minoritas orang berumur antara 20 dan 60 tahun ini menjadi infeksi serius.”

“Apa yang benar-benar muncul adalah persepsi bahwa penyakit ini, meski tidak mematikan dan tidak mengakibatkan penyakit kritis pada kelompok usia lebih muda, ini menyebabkan penyakit parah pada banyak orang,” ungkap Ryan.

Dr Maria van Kerkhove menjelaskan, setiap infeksi corona menjadi peluang untuk penyebaran lebih luas. “Jadi bahkan pada populasi lebih muda, jika Anda memiliki penyakit ringan dan Anda pikir itu bukan masalah besar, apa yang besar adalah Anda mungkin menularkan pada orang lain yang mungkin bagian dari populasi rentan yang mungkin mengakibatkan penyakit parah dan mungkin meninggal dunia,” kata Maria.

Tedros berterima kasih pada sejumlah organisasi yang melakukan operasi intelijen siber penting setelah muncul berbagai serangan siber pada WHO dan dirinya.

“Krisis seperti ini menunjukkan yang terbaik dan terburuk dalam kemanusiaan,” ungkap Tedros.
(sfn)
Berita Terkait
Laboratorium Virus Wuhan...
Laboratorium Virus Wuhan Punya 3 Jenis Virus Corona
Ahli Virus Prancis:...
Ahli Virus Prancis: Virus Corona Bukan Produk Alam
Usut Asal-usul Virus...
Usut Asal-usul Virus Corona, Tim Penyelidik WHO Tiba di Wuhan
Pria Bernama Wuhan Ini...
Pria Bernama Wuhan Ini Namai Bayinya dengan Kota Asal COVID-19
Cerita Dokter China...
Cerita Dokter China yang Temukan Virus Corona di Wuhan
Wabah Virus Corona di...
Wabah Virus Corona di Wuhan Diduga Terjadi Awal Agustus
Berita Terkini
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
40 menit yang lalu
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
1 jam yang lalu
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
4 jam yang lalu
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
7 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
8 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
9 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved