IFRC: Pandemi Corona Dapat Picu Kerusuhan di Kota-kota Besar Dunia

Sabtu, 28 Maret 2020 - 00:02 WIB
IFRC: Pandemi Corona...
IFRC: Pandemi Corona Dapat Picu Kerusuhan di Kota-kota Besar Dunia
A A A
JENEWA - Kerusuhan sosial dapat muncul di antara warga miskin dan terpinggirkan di kota-kota besar di Barat saat mereka kekurangan sumber pendapatan akibat krisis virus corona.

Kepala Federasi Internasional Palang Merah dan Masyarakat Bulan Sabit Merah (IFRC) Francesco Rocca memperingatkan hal itu pada Jumat (27/3). Saat ini lebih dari 80.000 orang positif corona di Italia sejak wabah muncul sebulan lalu. Wabah di Italia juga menewaskan 8.215 orang, terbanyak dibandingkan negara mana pun.

Pria Italia yang memimpin jaringan pemulihan bencana terbesar di dunia itu menjelaskan, selain kerusuhan sosial, jumlah bunuh diri meningkat di antara orang-orang yang terisolasi.

“Kita memiliki banyak orang yang hidup sangat terpinggirkan, yang disebut lubang hitam masyarakat, di wilayah paling sulit di kota-kota terbesar. Saya khawatir dalam beberapa pekan saja kita akan memiliki masalah sosial,” papar Rocca saat telekonferensi dari Milan dan ditayangkan di kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa.

“Ini bom sosial yang dapat meledak kapan saja, karena mereka tidak memiliki cara lain untuk memperoleh pendapatan,” ujar Rocca yang lembaganya telah mengerahkan para relawan di Spanyol dan Prancis.

Dia menjelaskan, kota-kota terbesar di Barat dapat melihat masalah itu muncul dalam beberapa pekan mendatang.

Rocca yang juga presiden Palang Merah Italia itu berbicara dari Milan setelah mengunjungi Codogno, Bergamo, Brescia dan Lodi.

Menurut dia, beberapa orang dengan keluarga yang biasanya hidup dengan pekerjaan serabutan dengan pendapatan 20-25 euro sehari, sering tak tersentuh program bantuan sosial. “Pikirkan tentang kamp-kamp Roma,” papar dia.

Di Italia, Rocca bertemu beberapa walikota dan sejumlah 180.000 relawan Palang Merah yang mengunjungi para lansia di rumah mereka. Para relawan membantu para lansia membeli makanan dan obat dari apotek. Selain itu, terjadi kekurangan ventilator di wilayah utara dan selatan Italia.

IFRC memiliki 14 juta relawan di 192 negara. Komite Internasional Palang merah mengajukan dana USD830 juta untuk membantu komunitas rentan di penjuru dunia menghadapi wabah corona.
(sfn)
Berita Terkait
Laboratorium Virus Wuhan...
Laboratorium Virus Wuhan Punya 3 Jenis Virus Corona
Ahli Virus Prancis:...
Ahli Virus Prancis: Virus Corona Bukan Produk Alam
Usut Asal-usul Virus...
Usut Asal-usul Virus Corona, Tim Penyelidik WHO Tiba di Wuhan
Pria Bernama Wuhan Ini...
Pria Bernama Wuhan Ini Namai Bayinya dengan Kota Asal COVID-19
Cerita Dokter China...
Cerita Dokter China yang Temukan Virus Corona di Wuhan
Wabah Virus Corona di...
Wabah Virus Corona di Wuhan Diduga Terjadi Awal Agustus
Berita Terkini
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
1 jam yang lalu
Agen Mossad Pernah Temui...
Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
2 jam yang lalu
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
2 jam yang lalu
Apa Itu Gunung Pickaxe?...
Apa Itu Gunung Pickaxe? Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran yang Akan Dihancurkan Trump
3 jam yang lalu
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
3 jam yang lalu
TV Iran Rayakan Kematian...
TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
4 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved