Pandemi COVID-19, Muslim-Kristen-Yahudi Doa Bareng di Yerusalem

Jum'at, 27 Maret 2020 - 12:41 WIB
Pandemi COVID-19, Muslim-Kristen-Yahudi...
Pandemi COVID-19, Muslim-Kristen-Yahudi Doa Bareng di Yerusalem
A A A
YERUSALEM - Para pemimpin ketiga agama Samawi atau kerap disebut sebagai agama Ibrahim—Yahudi, Kristen, dan Muslim—berdoa bersama di Yerusalem pada Kamis kemarin. Bersatunya para pemimpin agama dalam doa bareng itu terjadi di tengah pandemi global virus corona baru, COVID-19.

Inisiatif doa bersama ini berasal dari Wali Kota Yerusalem Moshe Lion. Doa bersama berlangsung pada pukul 12.30 waktu setempat di Balai Kota Yerusalem. Selain para pemimpin tiga agama Samawi, perwakilan dari kepercayaan lain, termasuk Druze dan Bahai, juga hadir.

Berbicara kepada Vatican Radio sebelum doa bersama, Penjaga Fransiskan dari Tanah Suci, Pastor Francesco Patton, menyoroti pentingnya saat ini dan menjelaskan bahwa setiap agama harus berdoa sesuai dengan tradisi mereka sendiri.

“Kita akan bersama-sama berdoa kepada Tuhan Yang Mahakuasa agar pandemi ini bisa berhenti," kata Pastor Patton. Dia menjelaskan inisiatif tersebut memiliki makna spiritual yang dalam.

“Itu penting dalam dirinya sendiri karena kita semua orang percaya dengan akar yang sama; dan berkat akar yang sama ini kita dapat mengekspresikan dengan iman dan dengan keyakinan doa kita kepada Tuhan Yang Mahaesa," katanya lagi, seperti dikutip dari Vatican News, Jumat (27/3/2020).

Doa bersama dilakukan setelah komunike bersama—dikeluarkan pada 21 Maret—di mana para pemimpin Gereja Makam Suci (Latin, Ortodoks Yunani dan Armenia) menyatakan harapan mereka bahwa "dalam situasi berbahaya ini semua anak-anak Ibrahim (Abraham) bisa berdoa bersama kepada Yang Mahakuasa untuk meminta perlindungan dan belas kasihan".

Patton berpandangan ke depan untuk Paskah di Yerusalem bahwa itu tidak akan seserius seperti biasanya."Karena itu akan dengan beberapa perayaan, tanpa jemaat dan dengan komunitas lokal kecil," ujarnya."(Tetapi) itu akan menjadi Paskah yang sama saja."

Kata-katanya bergema ketika Gereja Makam Suci di kota Yerusalem, yang dipuja oleh orang-orang Kristen sebagai tempat penyaliban dan penguburan Yesus, telah ditutup sebagai langkah pencegahan untuk mengekang penyebaran virus corona. Itu berarti bahwa perayaan Paskah di gereja itu akan dilakukan dibelakang pintu yang tertutup.

"Pada Paskah kita tidak merayakan (dengan) sejumlah umat beriman," kata Pastor Patton. "Kita merayakan Kebangkitan Yesus Kristus dan dalam Kebangkitanlah kita dapat menemukan harapan, bukan dalam jumlah mereka yang merayakan!"
(mas)
Berita Terkait
Israel Kembangkan Antibodi...
Israel Kembangkan Antibodi Virus Corona
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Corona Mewabah, Kabah...
Corona Mewabah, Ka'bah dan Hajar Aswad Dibersihkan Lima Kali Sehari
Paus Francis: Covid-19...
Paus Francis: Covid-19 Tak Seharusnya Jadi Alasan Eksploitasi Para Pekerja
Sterilkan Kabah, Imam...
Sterilkan Ka'bah, Imam Masjidil Haram Gunakan 'Teknologi Ozon'
Laboratorium Virus Wuhan...
Laboratorium Virus Wuhan Punya 3 Jenis Virus Corona
Berita Terkini
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
1 jam yang lalu
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
2 jam yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
2 jam yang lalu
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
2 jam yang lalu
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
3 jam yang lalu
4 Fakta Tempat Tinggal...
4 Fakta Tempat Tinggal Elon Musk, Rumah Sewa dan Ukurannya Mungil
5 jam yang lalu
Infografis
19 Kampus Indonesia...
19 Kampus Indonesia yang Peringkat Dunianya Melonjak di QS WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved