Singapura Jadi Kota dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia

Kamis, 19 Maret 2020 - 09:45 WIB
Singapura Jadi Kota...
Singapura Jadi Kota dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia
A A A
LONDON - Singapura kembali dinobatkan sebagai kota dengan biaya hidup termahal di dunia pada 2020 versi Economist Intelligence Unit (EIU). Sepotong roti di Negeri Singa itu rata-rata dapat dibanderol hingga USD6 (Rp91.000).

Dalam daftar kota termahal terbaru, jajaran sepuluh besar didominasi kota-kota di Asia dan Eropa. Tapi, Singapura menjadi satu-satunya kota yang bergeming dari posisi puncak sejak dua tahun lalu. Adapun posisi kedua, ketiga, dan seterusnya mengalami pergeseran menyusul ada ekonomi yang dinamis.

Kota Asia lainnya yang masuk sepuluh besar ialah Hong Kong, Osaka, dan Tokyo. Osaka terus mengalami kenaikan sejak dua tahun terakhir. Setelah naik enam peringkat ke posisi lima pada 2018, Osaka kini kembali naik dua peringkat. Sementara itu, Hong Kong tetap berada di posisi kedua, sedangkan Tokyo kedelapan.

Dari Eropa Barat, kota yang tidak menggunakan euro mendominasi peringkat kota termahal, mulai dari Zurich hingga Jenewa. Satu-satunya kota dengan mata uang euro yang masuk peringkat ialah Paris. Tahun ini Amerika kembali mewakilkan dua kota, yakni New York dan Los Angeles, sedangkan Timur Tengah Tel Aviv saja.

Beberapa kota dengan mata uang tinggi seperti dolar Amerika Serikat (AS) merangkak naik secara signifikan. Mata uang dolar yang menguat pada tahun lalu menyebabkan biaya hidup kota-kota di AS relatif tinggi dibandingkan 2018. New York naik enam peringkat, sedangkan Los Angeles naik empat peringkat.

Nilai mata uang memainkan peranan penting dalam kenaikan biaya hidup, tak terkecuali Tel Aviv yang mengalami kenaikan biaya hidup akibat biaya kebutuhan tertentu. Satu di antaranya tingginya pembelian, asuransi, dan perawatan mobil menyebabkan biaya transportasi di Tel Aviv 65% lebih mahal daripada New York.

Devaluasi dan inflasi tahun lalu juga menjadi faktor utama dalam menentukan biaya hidup. Mayoritas kota terjatuh akibat mengalami krisis ekonomi, melemahnya nilai mata uang, atau jatuhnya harga pasar. Kota-kota di Argentina, Brasil, Turki, dan Venezuela juga mengalami kondisi yang sulit pada tahun lalu.

Dampak inflasi yang tinggi dan turunnya nilai mata uang juga tercermin di dalam rata-rata biaya hidup peringkat tahun ini. Dengan menjadikan New York sebagai parameter, biaya hidup global jatuh hampir 69%, turun dari 73% pada tahun lalu. Angka ini tetap lebih rendah dibanding lima tahun lalu yang mencapai 82%.

Tenaga kerja domestik dan utilities tetap mahal di Amerika Utara, bahkan tertinggi di dunia. Sebaliknya dari AS, meski euro mengalami kenaikan pada 2018, tren itu tidak mampu bertahan pada 2019 akibat melambatnya momentum ekonomi dan pemilu koalisi populis di Italia yang meningkatkan kecemasan integrasi.

Paris menjadi satu-satunya kota dengan mata uang euro yang masuk sepuluh besar. Ibu kota Prancis itu naik dari posisi tujuh dalam dua tahun terakhir menyusul kenaikan harga alkohol, transportasi, dan rokok dibanding kota Eropa lainnya. Umumnya, kota Eropa terkenal mahal untuk perumahan, rekreasi, dan hiburan.

“Fluktuasi nilai mata uang masih menjadi faktor utama perubahan di dalam peringkat,” ungkap EIU. “Pada tahun lalu sejumlah pasar mengalami pergerakan nilai mata uang yang signifikan yang menyebabkan harga domestik melejit. Beberapa emerging market menderita nilai mata uang yang sangat tidak stabil,” tambah EIU.

Kota Termurah


Kota termurah di dunia juga mengalami perubahan dalam 12 bulan terakhir. Asia menjadi wilayah dengan beberapa kota termahal di dunia. Tapi, Asia juga menjadi wilayah dengan beberapa kota termurah di dunia, terutama tradisionalnya di Asia Selatan seperti di Bangalore, Chennai, New Delhi, dan Karachi.

India telah mengalami ekspansi ekonomi begitu pesat. Meski demikian, dari segi gaji dan pengeluaran terbilang masih rendah. Kesenjangan pendapatan juga masih tinggi sehingga produk dan jasa yang ditawarkan masih sangat beragam, baik di bidang perumahan ataupun hiburan. Di India juga terdapat subsidi.

Pada tahun ini Damaskus menjadi kota termurah di dunia setelah sebelumnya menjadi kota termurah kedua di dunia. “Warga Damaskus mungkin tak akan merasakan biaya yang lebih murah. Tapi, rata-rata inflasi diestimasikan mencapai 28% selama tahun 2017. Harga pasar juga tidak seluruhnya offset,” kata EIU. (Muh Shamil)
(ysw)
Berita Terkait
Wisata Menakjubkan di...
Wisata Menakjubkan di Sentosa Sensoryscape, Landmark Terbaru Singapura
Dubes Singapura Kwok...
Dubes Singapura Kwok Fook Seng Gelar Buka Puasa Bersama 70 Anak Yatim di Masjid Istiqlal
Singapore Dream Sudah...
Singapore Dream Sudah Mengalami Pergeseran, Apa Pemicunya?
Pemilu Singapura seperti...
Pemilu Singapura seperti Sandiwara, Hanya Melanggengkan Kekuasaan PAP
PM Singapura Akan Serahkan...
PM Singapura Akan Serahkan Kepemimpinan PAP Kepada Lawrence Wong
Politikus Muslim Ini...
Politikus Muslim Ini Ungkap Rahasia Kesuksesan Singapura
Berita Terkini
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
14 menit yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
1 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
2 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
3 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
4 jam yang lalu
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
4 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved