Kenapa Orang Singapura Enggan Memiliki Mobil? Biaya Sertifikat Kepemilikan Mencapai Rp1,2 Miliar

Jum'at, 06 Oktober 2023 - 02:30 WIB
loading...
Kenapa Orang Singapura...
Warga Singapura enggan memiliki mobil karena izin yang sangat mahal. Foto/Reuters
A A A
SINGAPURA - Memiliki mobil di Singapura , salah satu negara termahal di dunia, selalu menjadi sebuah kemewahan. Namun biaya kini telah melonjak ke titik tertinggi sepanjang masa.

Certificate of Entitlement (Sertifikat Kepemilikan) yang berdurasi 10 tahun – sebuah surat izin yang harus dibeli oleh masyarakat di negara kota kaya tersebut bahkan sebelum mereka diperbolehkan membeli kendaraan – kini harganya mencapai rekor minimum sebesar USD76.000 atau setara Rp1,2 miliar. Itu lebih dari empat kali lipat dibandingkan harga pada tahun 2020 berdasarkan data Otoritas Transportasi Darat Singapura.

Dan itu hanya membeli hak untuk membeli mobil standar Kategori A, dengan mesin kecil hingga sedang 1.600cc atau lebih rendah.

Mereka yang menginginkan sesuatu yang lebih besar atau lebih mencolok – seperti SUV – harus mengeluarkan USD106.630 untuk lisensi Kategori B – naik dari USD102.900.

Lalu ada biaya kendaraan itu sendiri yang perlu dipikirkan.

Sistem kuota diperkenalkan pada tahun 1990 untuk meminimalkan lalu lintas dan mengurangi emisi di negara kota yang kekurangan ruang angkasa dan berpenduduk 5,9 juta jiwa namun memiliki jaringan transportasi umum yang mengesankan.

Hal ini membuat mobil tidak terjangkau oleh rata-rata penduduk Singapura, dengan median pendapatan rumah tangga bulanan pada tahun 2022 adalah USD7.376.

Ricky Goh, seorang dealer mobil setempat, mengatakan dia “hampir pingsan” ketika mendengar kenaikan harga. “Penjualan sudah sangat buruk. Selain itu, hal ini akan berdampak lebih buruk bagi bisnis,” katanya kepada CNN.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Selat Hormuz Bergejolak...
Selat Hormuz Bergejolak Lagi, Iran Serang Kapal Berbendera Singapura
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
6 Jet Tempur Canggih...
6 Jet Tempur Canggih yang Bakal Panaskan Langit ASEAN: F-35 Singapura hingga Rafale Indonesia
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN, Termasuk Kapal Malaysia yang Batal Miliki NSM
Meski Fokus Perang Iran,...
Meski Fokus Perang Iran, AS Tak Akan Berpaling dari Asia Pasifik
Indonesia-Singapura...
Indonesia-Singapura Teken MoU Jaga Lingkungan Hidup
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Wow, Putin Ngobrol dengan...
Wow, Putin Ngobrol dengan Presiden Belarusia Lukashenko 24 Jam Lebih
Rekomendasi
Profil Orlando Gill,...
Profil Orlando Gill, Pahlawan Paraguay yang Kubur Ambisi Jerman di Piala Dunia 2026
Argentina Bawa 500 Kg...
Argentina Bawa 500 Kg Daging Sapi Premium, Tradisi Barbeku Jadi Senjata Messi Cs di Piala Dunia 2026
Histeria Ojol dan Kerentanan...
Histeria Ojol dan Kerentanan Ekstrem Pekerja 'Gig Economy'
Berita Terkini
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Infografis
Ini Tersangka Serangan...
Ini Tersangka Serangan Mobil yang Tewaskan 15 Orang di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved