Jumlah Orang Israel Terinfeksi Corona Melonjak Jadi 427

Rabu, 18 Maret 2020 - 15:17 WIB
Jumlah Orang Israel...
Jumlah Orang Israel Terinfeksi Corona Melonjak Jadi 427
A A A
TEL AVIV - Jumlah orang Israel yang terinfeksi virus corona jenis baru, COVID-19, melonjak tajam menjadi 427. Kementerian Kesehatan setempat mengatakan ada 90 kasus baru dalam tempo semalam.

Dari 427 pasien COVID-19, 11 di antaranya diklaim telah sembuh dan diperbolahkan pulang dari rumah sakit. Lima pasien lainnya dalam kondisi serius, 10 pasien dalam kondisi sedang dan sisanya menunjukkan gejala ringan.

Kementerian itu mengatakan 236 orang dirawat di rumah sakit, dan 71 di rumah isolasi, termasuk 8 orang di sebuah hotel khusus.

Tambahan 90 kasus baru muncul sehari setelah Israel secara drastis mengambil langkah-langkah yang bertujuan memperlambat penyebaran penyakit, seperti memerintahkan orang-orang untuk tetap di rumah kecuali pergi kerja, membeli bekal atau alasan penting lainnya.

Peningkatan jumlah kasus kemungkinan disebabkan oleh lebih banyak pengujian yang dilakukan. Demikian disampaikan Dr Arnon Afek dari Sheba Medical Center kepada Channel 12, Rabu (18/3/2020).

Layanan darurat Magen David Adom menyatakan akan menawarkan pengujian "drive through" COVID-19 yang dimulai hari Rabu, karena secara signifikan memperluas pengujian untuk virus di seluruh negeri.

Layanan darurat itu sudah melakukan 1.085 tes pada hari Senin, dan 7.000 tes sejak wabah muncul. Itu bertujuan untuk mulai mengumpulkan sampel dari 6.000 warga Israel sehari.

Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Moshe Bar Siman-Tov mengatakan kepada Army Radio bahwa ia khawatir rumah sakit akan segera dibanjiri dengan kasus-kasus baru infeksi COVID-19, dan dokter tidak akan dapat mengobati semua orang.

"Kami akan menjangkau ratusan pasien baru dalam sehari dan bahkan lebih dari itu," katanya.

Pada konferensi pers Selasa malam, Bar Siman-Tov, memperingatkan bahwa ribuan warga Israel bisa meninggal oleh COVID-19 jika tindakan pencegahan penularan tidak dipatuhi.

"Kami menilai bahwa skenario seperti di Italia dan Spanyol dapat terjadi di sini juga," kata Bar Siman-Tov. “Dalam beberapa hari mendatang...tingkat kasus baru akan meningkat, hingga 100 hari atau lebih. Kami mungkin menghadapi ratusan kasus lagi setiap hari," ujarnya.

"Pada akhirnya, orang-orang akan meninggal, mungkin bahkan dalam beberapa hari ke depan. Sayangnya, dalam skenario yang kami miliki, ribuan (orang Israel) bisa meninggal," ujarnya.
(mas)
Berita Terkait
Peringatan WHO: Virus...
Peringatan WHO: Virus Corona Tidak Akan Pernah Punah
Netanyahu: Gelombang...
Netanyahu: Gelombang Kedua Wabah COVID-19 Bisa Lenyapkan Umat Manusia
Israel Kembangkan Antibodi...
Israel Kembangkan Antibodi Virus Corona
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
WHO Sebut Amerika Selatan...
WHO Sebut Amerika Selatan Pusat Pandemi Covid-19
Terungkap, China Sempat...
Terungkap, China Sempat Tunda Rilis Informasi Virus Corona
Berita Terkini
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
15 menit yang lalu
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
1 jam yang lalu
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat, Rekor Khomeini Belum Terpecahkan
2 jam yang lalu
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
3 jam yang lalu
4 Alasan Wapres Filipina...
4 Alasan Wapres Filipina Sara Duterte Terancam Dimakzulkan, Konflik dengan Presiden hingga Terjerat Skandal Korupsi
4 jam yang lalu
Menhan Israel Ancam...
Menhan Israel Ancam Bunuh Para Pemimpin Iran Pengganti Khamenei
4 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved