Netanyahu: Gelombang Kedua Wabah COVID-19 Bisa Lenyapkan Umat Manusia

Sabtu, 09 Mei 2020 - 15:07 WIB
loading...
Netanyahu: Gelombang...
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto/ABC
A A A
TEL AVIV - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan memperingatkan partainya, Likud, bahwa jika laporan tentang gelombang kedua wabah virus COVID-19 itu benar maka akan dapat melenyapkan umat manusia. Begitu laporan media Israel, Times of Israel, mengutip seorang anggota parlemen Israel yang tidak disebutkan namanya.

Pernyataan Netanyahu dikatakan berasal dari laporan bahwa mereka yang telah sembuh dari penyakit mematikan itu kembali dinyatakan positif.

“Ada laporan dari luar negeri tentang kembali terinfeksi. Jika ini benar, maknanya bisa menjadi akhir dari umat manusia," kata anggota parlemen Israel itu meniru pernyataan Netanyahu seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (9/5/2020).

Anggota parlemen Israel lainnya mengaku tidak ingat Netanyahu mengeluarkan pernyataan itu, tetapi mengkonfirmasi perdana menteri negara Zionis itu berbicara dengan bebas tentang "skenario anarki global".

Kutipan pernyataan tersebut dilaporkan berasal dari Netanyahu dan Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Israel Moshe Bar Siman-Tov dalam pertemuan dengan kabinet para menteri dan sejumlah pejabat lainnya yang bertugas menangani pandemi virus Corona di negara itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Pentagon Rilis Dokumen...
Pentagon Rilis Dokumen UFO, Ada Piring Terbang di Atas Bandara Zimbabwe
Rekomendasi
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
4 Upaya Penyelundupan...
4 Upaya Penyelundupan Narkoba ke Lapas dan Rutan Salemba Digagalkan, Disembunyikan di Organ Intim hingga Botol Obat
Menag: Tahun Baru Islam...
Menag: Tahun Baru Islam 1 Muharram Momentum Transformasi Diri dan Sosial
Berita Terkini
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Infografis
Ini Syarat Planet Mars...
Ini Syarat Planet Mars Bisa Ditempati oleh Manusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved