AS Perluas Larangan Perjalanan ke Eropa

Minggu, 15 Maret 2020 - 10:08 WIB
AS Perluas Larangan...
AS Perluas Larangan Perjalanan ke Eropa
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) memperluas larangan perjalanan virus Corona ke Eropa dengan memasukkan Inggris dan Irlandia.

"Larangan tersebut akan mulai berlaku pada Senin tengah malam," kata Wakil Presiden AS Mike Pence dalam konferensi pers di Gedung Putih, seperti dikutip dari BBC, Minggu (15/3/2020).

Sementara larangan perjalanan ke-26 negara Eropa - anggota zona pergerakan bebas Schengen - mulai berlaku pada hari Sabtu waktu setempat.

Pence menjelaskan bahwa warga negara Amerika dan penduduk legal masih bisa kembali.

"Orang-orang seperti itu akan disalurkan melalui bandara tertentu dan diproses," terangnya.

Pada Sabtu pagi, AS telah menghentikan perjalanan selama 30 hari dari 26 negara Schengen - 22 anggota Uni Eropa dan empat non-UE.

Negara-negara itu adalah Austria, Belgia, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Hongaria, Islandia, Italia, Latvia, Liechtenstein, Lithuania, Luksemburg, Malta, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Slovakia, Slovenia, Spanyol , Swedia dan Swiss.

Larangan perjalanan itu disambut dengan kemarahan dan kekalutan di Eropa. Para pemimpin Benua Biru menuduh Presiden Trump membuat keputusan "tanpa konsultasi".

Inggris dan Irlandia telah dibebaskan tetapi Trump mengatakan pada hari Sabtu: "Sayangnya, mereka memiliki sedikit kegiatan."

Jumlah total kasus infeksi yang dikonfirmasi di Inggris telah mencapai 1.140, dengan 21 kematian - naik dari 11 pada hari Jumat.

AS telah mengkonfirmasi 51 kematian terkait dengan pandemi virus Corona dan 2.488 kasus infeksi.

seorang pejabat senior di Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengatakan kepada kantor berita Reuters dalam enam minggu pertama pemeriksaan virus di AS, 17 pelancong ditempatkan di bawah karantina di fasilitas medis. Selama periode itu, lebih dari 30.000 pelancong juga diminta untuk melakukan karantina sendiri di rumah.
(ian)
Berita Terkait
Lebih Menular, Strain...
Lebih Menular, Strain Baru Virus Corona Berevolusi di Amerika Serikat
Hampir 5.500 Tentara...
Hampir 5.500 Tentara AS Terinfeksi Virus Covid-19
Ratusan Warga New York...
Ratusan Warga New York Sudah Miliki Antibodi Virus Corona
Intelijen AS: Virus...
Intelijen AS: Virus COVID-19 Bukan Buatan Manusia
Kasus Virus Corona AS...
Kasus Virus Corona AS Naik 47.000, Lonjakan Terbesar dalam Sehari
AS Rilis Bukti Virus...
AS Rilis Bukti Virus Corona Buatan Laboratorium China
Berita Terkini
AS Bohong, Kapal Induk...
AS Bohong, Kapal Induk Gerald R Ford Ternyata Rusak Parah saat Perang Lawan Iran, Ini Buktinya!
32 menit yang lalu
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
1 jam yang lalu
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
1 jam yang lalu
AS Batal Kirim Rudal...
AS Batal Kirim Rudal Tomahawk ke Jerman Diduga Khawatir dengan Pembalasan Rusia
2 jam yang lalu
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
10 jam yang lalu
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
11 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved