COVID-19 Renggut 1.266 Nyawa di Italia, 250 Orang dalam Sehari

Sabtu, 14 Maret 2020 - 03:42 WIB
COVID-19 Renggut 1.266...
COVID-19 Renggut 1.266 Nyawa di Italia, 250 Orang dalam Sehari
A A A
ROMA - Jumlah korban meninggal akibat virus corona baru, COVID-19 , di Italia telah bertambah 250 orang dalam 24 jam menjadi 1.266 orang atau naik 25 persen. Ini lonjakan jumlah kematian terbesar sejak awal wabah di negara tersebut.

Badan Perlindungan Sipil Italia mengonfirmasi tambahan jumlah kematian terbaru itu pada Jumat malam.

Jumlah total kasus di negara Eropa yang paling terpukul oleh COVID-19 itu naik menjadi 17.660 dari sebelumnya 15.113 atau meningkat sekitar 17 persen.

Badan Perlindungan Sipil seperti dikutip Reuters, Sabtu (14/3/2020), mengatakan bahwa dari semua yang terinfeksi virus tersebut sekitar 1.439 pasien telah disembuhkan. Jumlah pasien sembuh ini juga meningkat dari sehari sebelumnya, 1.258 orang.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan Eropa sekarang menjadi pusat atau episentrum untuk pandemi global COVID-19. Organasasi di bawah naungan PBB ini memperingatkan bahwa tidak mungkin untuk mengetahui kapan wabah akan memuncak.

"Eropa sekarang telah menjadi pusat pandemi," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers virtual hari Jumat. (Baca: WHO: Eropa Sekarang Jadi Pusat Pandemi Virus Corona )

COVID-19 telah merenggut lebih 5.000 nyawa manusia di seluruh dunia. Tedros menyebutnya sebagai "tonggak tragis".

Saat ini ada 142.897 kasus COVID-19 yang telah dilaporkan di 136 negara sejak muncul pada bulan Desember 2019 di kota Wuhan, China.

Dia mengatakan benua Eropa sekarang lebih banyak melaporkan kasus infeksi dan kematian daripada gabungan negara-negara di seluruh dunia, selain China.

"Lebih banyak kasus sekarang dilaporkan setiap hari daripada yang dilaporkan di China pada puncak epidemi," kata Tedros, merujuk pada jumlah kasus secara global.

Maria Van Kerkhove, yang memimpin unit penyakit di WHO, mengatakan tidak mungkin untuk memprediksi bagaimana pandemi akan berkembang. "Tidak mungkin bagi kita untuk mengatakan kapan ini akan mencapai puncaknya secara global. Kami berharap lebih cepat daripada nanti," ujarnya.
(mas)
Berita Terkait
Sebelum di Wuhan, Virus...
Sebelum di Wuhan, Virus Corona Ditemukan di Barcelona Maret 2019
Laboratorium Virus Wuhan...
Laboratorium Virus Wuhan Punya 3 Jenis Virus Corona
Usut Asal-usul Virus...
Usut Asal-usul Virus Corona, Tim Penyelidik WHO Tiba di Wuhan
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Terungkap, China Sempat...
Terungkap, China Sempat Tunda Rilis Informasi Virus Corona
Cerita Dokter China...
Cerita Dokter China yang Temukan Virus Corona di Wuhan
Berita Terkini
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
2 jam yang lalu
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
4 jam yang lalu
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
7 jam yang lalu
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
9 jam yang lalu
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
9 jam yang lalu
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
10 jam yang lalu
Infografis
Fenomena Ikan yang Hidup...
Fenomena Ikan yang Hidup di Laut Dalam Bermunculan ke Permukaan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved